| Rabu, 01 September 2004 | INTERNASIONAL |
Jiwa Dua Wartawan Prancis TerancamGAZA - Hamas, sebuah kelompok militan Palestina, Selasa kemarin menyerukan kaum militan Irak agar segera membebaskan dua wartawan Prancis yang disandera sejak beberapa hari lalu. Kedua wartawan yang disandera itu adalah Christian Chesnot dan Georges Malbrunot. Penyandera memberikan tenggat waktu 24 jam kepada Paris untuk mencabut larangan berjilbab bagi para pelajar putri dan mahasiswi muslim di Prancis. Kalau tenggat waktu itu habis dan ternyata larangan tersebut belum juga dicabut, para penyandera yang menamakan diri Tentara Islam di Irak akan mengeksekusi keduanya. Sami Abu Zuhri, jubir Hamas di Jalur Gaza, mengatakan Prancis telah mengambil sikap yang positif dalam masalah Irak, yakni tidak mendukung invasi AS dan juga tidak mengirimkan tentara pasca-invasi. Ditegaskan, Paris juga mengambil sikap yang dapat dipahami terhadap perjuangan bangsa Palestina. ''Dengan membebaskan kedua wartawan itu, justru Amerika dan Israel akan semakin terisolasi, dan bakal meningkatkan dukungan Prancis terhadap aspirasi kita,'' tambah Abu Zuhri. Sebelum Hamas mengeluarkan imbauan, Presiden Palestina Yasser Arafat telah pula menyerukan pembebasan kedua wartawan Prancis tersebut. ''Atas nama Pemerintah Palestina dan PLO, saya menyerukan rakyat Irak, semua organisasi di Irak, dan khususnya saudara-saudara kami yang menahan wartawan-wartawan Prancis, agar melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membebaskan mereka segera,'' katanya, dalam sebuah pernyataan. (rtr-ed-30) |