| Rabu, 01 September 2004 | EKONOMI |
Naik, Permintaan Ponsel High EndSEMARANG-Telepon seluler (ponsel) high end atau yang dilengkapi dengan fasilitas, misalnya video recorder, kamera digital, dan games console, kini makin diminati konsumen. Permintaannya meningkat karena harganya sekarang lebih murah dibandingkan dengan saat awal diluncurkan ke pasaran. Rata-rata harga awal ponsel berteknologi itu berkisar Rp 5 juta-Rp 7 juta, tetapi pada saat ini hanya ditawarkan sekitar Rp 2 juta-Rp 3 juta. Contohnya Nokia 3660 yang harga awalnya Rp 2,7 juta kini turun menjadi Rp 2,1 juta, Nokia 7650 dari Rp 5,2 juta menjadi sekitar Rp 2 juta, dan Nokia 6600 dari Rp 5 juta menjadi Rp 3 juta. Damar Gustusanto, Sales Coordinator Anamely, gerai ponsel di Jalan Pandanaran Semarang, mengatakan saat ini konsumen lebih mementingkan teknologi dan fasilitas yang tersedia di ponsel daripada harganya. "Berbeda dari dulu, konsumen cenderung memilih ponsel hanya berdasarkan harganya, tanpa memperhatikan fasilitas dan teknologi," tuturnya, kemarin. Menurut dia, ponsel high end yang sekarang paling laku adalah Nokia 3660, karena termasuk jenis smart phone dengan fasilitas kamera dan video, serta harganya murah. Seri Nokia lain yang mencatat penjualan cukup tinggi adalah 6600, 7610, 7200, dan N Gage QD. Merek lain yang juga diminati konsumen, lanjut dia, adalah Siemens CX-65 dengan fasilitas video yang pengoperasiannya menggunakan bahasa Indonesia, Sony Ericsson T 610 dan T 630, serta Samsung D 410 dengan fasilitas kamera dan video serta mengandung 240.000 warna. Anamely, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai ritel atau penjualan langsung, tetapi juga melakukan redistribusi, yaitu mengambil barang dari distributor untuk disetor ke gerai-gerai. Itu dilakukan karena tidak semua gerai atau outlet punya akses langsung ke distributor. Pihaknya bisa menjual ponsel rata-rata 700 unit per hari, sedangkan starter pack atau kartu perdana bisa mencapai 1.500. Penjualan kartu perdana operator seluler baik yang menggunakan sistem GSM maupun CDMA berimbang karena fasilitas, layanan, dan jangkauannya hampir sama. (hrn-53) |