| Rabu, 01 September 2004 | BANYUMAS |
Tewas setelah Dimandikan di Sungai SerayuPURBALINGGA- Maksud hati ingin menyembuhkan anak, apa daya si anak malah meninggal. Muslim (45), warga Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, mempunyai anak gadis Suryanti (24). Gadis itu sudah cukup lama menderita gangguan jiwa. Muslim membawa anaknya untuk berobat ke RS Banyumas. Di RS itu Suryanti menjalani terapi kesehatan jiwa sekitar setengah bulan. Karena merasa belum ada kemajuan berarti, Muslim mencari pengobatan melalui paranormal. Dia berharap bantuan orang pintar itu membuat anaknya lebih cepat sembuh dan hidup normal seperti sebelumnya. Metode penyembuhan yang diperintahkan paranormal cukup riskan. Dia harus memandikan sang anak di aliran Sungai Serayu tujuh kali setiap hari sebelum azan subuh atau sekitar pukul 04.00. Sebab, pada saat itulah air sungai masih murni dan belum tercemar. Namun baru dua kali, Suryanti tak kuat. Dia kali pertama ditemukan meninggal di rumah Tinah (48), saudaranya. Sebelum meninggal tubuhnya lemas. Kematian itu menjadi gunjingan tetangga. Jenazah Suryanti dimakamkan Sabtu siang (28/8). Meski bergunjing, tak satu pun warga melaporkan peristiwa itu ke polisi. Kepala Desa Majatengah Kartadiwirjo mengatakan, ''Memang benar Sabtu (28/8) salah satu warga kami yang mengalami gangguan jiwa meninggal dunia.'' Beberapa perangkat desa menuturkan sebelum meninggal Suryanti dirawat di RS Banyumas setengah bulan. Namun karena tak ada perkembangan, sang ayah memutuskan melakukan pengobatan alternatif. Namun sebelum cara itu dilakukan secara tuntas, Suryanti meninggal dunia. Ketika ditanya penyebab kematiannya, Kepala Desa dan para perangkat desa itu menyatakan tak tahu pasti. Aparat Polsek Kemangkon yang dimintai konfirmasi mengenai kasus itu tak ada yang tahu. Polisi justru mengetahui hal itu dari wartawan.(F10-86) |