| Rabu, 01 September 2004 | BANYUMAS |
Ratusan Pelayat Antar Kepergian HerryPURWOKERTO - Setelah penyambungan potongan tubuh dan pemeriksaan forensik, kemarin siang, jenazah Herriyadi alias Hery Best (47) dimakamkan. Diiringi keluarga dan ratusan pelayat, jenazah Herry dalam peti dan dibungkus plastik dibawa ke Pemakaman Umum Kebondalem, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur. Jenazah tidak dibawa ke rumah duka Jalan Kauman Lama Gang Buntu (belakang Bank Lippo). Setelah disambung-sambung oleh kepolisian, jenazah itu diserahkan kepada keluarganya di rumah sakit (RS). Shalat jenazah dilakukan di kamar jenazah RS. Seusai dishalati, jenazah Herry yang dimasukkan ke peti ukuran 50 X 200 cm itu dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke pemakaman. Jenazah memang dibawa ke rumah duka. Namun mobil pembawa jenazah dilewatkan melalui gang masuk ke rumah duka. Anak, istri, adik, orang tua Herry, serta ratusan pelayat sejak pagi menunggu di rumah duka. Ketika mobil jenazah datang mereka segera mengikuti dari belakang. Sekitar pukul 11.00 iring-iringan sampai di pemakaman. Di pemakaman sudah disiapkan liang lahat tepat di bawah pohon kersen. Ketika peti diturunkan ke liang lahat, tangis sanak saudara Herry Best tak terbendung lagi. Wajah ratusan pelayat pun menampakkan kesedihan. Mereka adalah teman Herry, seperti guru yang dulu bersama-sama mengajar serta murid bela dirinya. Mantan Ketua DPRD Banyumas dr Tri Waluyo Basuki juga melayat. Penyambungan Dia meminta pelayat membacakan Surah Al Fatihah untuk almarhum Herry Best. Seusai sambutan, modin Kelurahan Purwokerto Utara memimpin doa. Anggota keluarga menaburkan bunga dan berjongkok di sisi pusara. Mereka dengan khusyuk mengamini doa sambil meneteskan air mata. Sekitar pukul 12.00 pemakaman usai. Satu per satu pelayat pun meninggalkan kuburan. Saat penyambungan jenazah Herry Best di kamar jenazah RSUD Margono Soekarjo tak ada orang yang diperbolehkan masuk, kecuali polisi. Penyambungan dilakukan petugas Dokkes Polda Jateng dan Polwil Banyumas. Namun dari kaca ruang jenazah terlihat mereka mencocokkan satu per satu potongan tubuh korban. Setelah memastikan kepala dan potongan tubuh lain cocok, mereka membungkus jenazah dengan kain kafan dan memasukkannya ke dalam peti. Peti berisi jenazah itu mereka bungkus dengan plastik. (G23-86) |