logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Agustus 2004 SALA
Line

Pansus DPRD Diduga Disuap Rp 60 Juta

  • Kontrak Pembuatan KTP

SRAGEN- Persetujuan kontrak kerja sama antara PT Jasuindo Jakarta dan Pemkab untuk proyek komputerisasi KTP di Sragen, diduga diwarnai suap. Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang membahas kontrak kerja akhir November 2003, disebut-sebut menerima suap Rp 60 juta.

Uang suap itu diduga untuk melicinkan kontrak kerja komputerisasi KTP senilai Rp 1 miliar. Namun Agus Prawoto, mantan anggota Pansus DPRD yang dihubungi, mengaku tidak mengetahui ada penyuapan terhadap pansus lama DPRD, untuk melicinkan proyek KTP di Sragen.

Namun dia mengaku mendengar kabar, uang Rp 60 juta itu diterima oleh salah satu anggota pansus. ''Saya tidak mengerti soal uang suap. Sebab kami para anggota pansus tidak pernah menerima dana itu,'' tutur Agus Prawoto saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Menurut kabar yang beredar, dana tidak resmi itu tidak diterima pansus, tetapi diterima oleh seorang anggota pansus. Beberapa anggota pansus DPRD masa bakti 1999 - 2004 yang kini banyak menjadi mantan anggota DPRD, kesulitan melacak anggota pansus yang disebut-sebut menerima dana Rp 60 juta itu.

Agus awalnya menolak membeberkan soal dana itu. Namun karena wartawan sudah mendengar kabar suap itu, dia pun akhirnya bersedia menjelaskan. Agus Prawoto mendengar kabar dana suap itu awal Agustus 2004, menjelang akhir masa jabatan DPRD periode 1999 - 2004.

Keuntungan Mepet

Seorang pejabat Pemkab ketika meminta klarifikasi ke PT Jasuindo di Jakarta mengakui, PT itu sudah mengeluarkan dana Rp 60 juta. Perinciannya, Rp 30 juta dibayarkan pada November 2003, Rp 20 juta dibayarkan pada Februari 2004, sedangkan sisanya Rp 10 juta tanggal pembayarannya tidak jelas.

Karena merasa sudah mendapat penjelasan dari seorang pejabat, Agus Prawoto menceritakan kepada anggota pansus lainnya. Para anggota pansus terkejut karena tidak pernah menerima dana dari PT Jasuindo untuk menyetujui kontrak kerja komputerisasi KTP di Sragen.

Penangung Jawab PT Jasuindo Sragen, Pitual, ketika dimintai konfirmasi membantah perusahaannya menyuap anggota pansus Rp 60 juta. ''Itu rumor saja, soalnya untuk proyek komputerisasi KTP di Sragen kami tidak mendapatkan keuntungan. Perhitungan penawaran kami sangat mepet,'' katanya.

Dia mengatakan, untuk komputerisasi KTP PT Jasuindo menawarkan harga Rp 5.000 untuk pembuatan per lembar KTP. Dari biaya Rp 5.000, untuk biaya produksi dan retribusi Rp 4.000, sedangkan Rp 1.000 masuk PADS.

''Jadi kami tidak untung, tetapi itu karena kami telanjur menjadi mitra Pemkab dalam pembuatan KTP,'' katanya. (nin-49i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA