| Selasa, 31 Agustus 2004 | SALA |
PKS Siapkan Saksi untuk SBY-KallaKLATEN - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Klaten akan menyalurkan suara kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Muhammad Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden putaran kedua 20 September mendatang. ''Sesuai dengan dukungan DPP terhadap pasangan SBY-Jusuf Kalla, PKS Klaten juga akan mengikuti,'' kata anggota DPRD dari Fraksi PKS, Drs Sri Widada, kemarin. Menurut dia, dukungan tersebut merupakan keputusan DPP, maka sifatnya wajib bagi warga PKS Klaten untuk memilih pasangan tersebut. Walau demikian, tidak ada sanksi bagi warga PKS yang tidak mendukung pasangan tersebut. Selain penyaluran suara, PKS Klaten juga menyatakan kesediaannya membantu tim SBY-JK dalam pemilu mendatang. Salah satunya dengan menyediakan saksi yang akan ditempatkan di TPS-TPS. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pada pemilihan presiden putaran pertama, tim sukses SBY-JK kesulitan untuk menyediakan saksi di tiap TPS. Walau demikian, perolehan suaranya cukup signifikan, yakni 162.000 lebih. ''Dalam pemilu presiden putaran pertama, kami mendukung pasangan Amien Rais-Siswono Yudo Husodo. Saat itu kami juga bersedia membantu menyediakan saksi. Jadi kebijakan yang akan ditempuh saat ini juga demikian,'' ujarnya. Dukung Mega Ketua DPC PPP Klaten, HM Tontowi Jauhari SH, menyatakan PPP Klaten ikut mendukung keputusan DPP PPP untuk bergabung dalam Koalisi Kebangsaan yang mendukung pencalonan Megawati-Hasyim Muzadi. Menurut dia, simpatisan PPP Klaten tidak ada yang mbalelo. DPC PPP telah menindaklanjuti pembentukan Koalisi Kebangsaan dengan melakukan sosialisasi pada pertemuan-pertemuan yang diadakan DPC. ''Tidak benar kalau DPC PPP akan mbalelo terhadap keputusan DPP. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada simpatisan PPP,'' kata Tontowi, kemarin. Dalam pemilu putaran dua, PPP bersama DPD Golkar dan DPC PDI-P serta beberapa partai kecil akan berupaya menyukseskan pencalonan Mega-Hasyim. Dengan demikian, perolehan suara Mega-Hasyim yang menempati peringkat pertama dalam pemilu lalu, yakni 293.000 lebih atau 41%, bisa didongkrak. (F5-49i) |