| Selasa, 31 Agustus 2004 | SALA |
Gedung SD Terancam Roboh, Murid Diungsikan
WONOGIRI--Gedung SD Bubakan 3 Kecamatan Girimarto, Wonogiri, terancam roboh. Karena itu sebanyak 61 dari 133 murid kini diungsikan di rumah penduduk. Mereka menempati rumah milik Loso Ahmad Sunarto, sekitar 300 meter dari gedung sekolah. Kepala SD Bubakan 3, W Kidi Suroso SPd, didampingi para guru setempat, Senin (30/8) mengatakan, siswa dipondokkan ke rumah penduduk untuk mengantisipasi kemungkinan keruntuhan gedung. Diungkapkan, kondisi gedung yang dibangun dengan dana Inpres tahun 1980 itu, kini rusak parah. Hal itu dipandang sangat membahayakan para murid dan guru. Murid yang dipondokkan terdiri atas siswa kelas I dan kelas IV, masing-masing berjumlah 22 anak, serta murid kelas II sebanyak 17 anak. Mereka menempati ruang depan rumah Loso. Sedangkan murid kelas III (21 anak), II (26) dan VI (25), untuk sementara ini masih diupayakan bertahan di sisa tiga lokal kelas, karena kondisinya belum begitu membahayakan. ''Sebenarnya pihak sekolah pernah mengusulkan pemugaran tahun 2003 lalu. Tapi sampai sekarang usulan itu tidak pernah ditanggapi,'' keluh para guru. ''Ini sangat ironis, mengapa yang mendesak dibangun justru tidak mendapat prioritas?,'' tegas anggota Dewan Pendidikan, Tulus Premana Edi. Layangkan Surat Ketua Dewan Pendidikan, Dr Arief Suryono SH MH, mengaku telah melayangkan surat ke Bupati, yang isinya mendesak supaya pembangunan gedung SD Bubakan 3 mendapatkan prioritas. Kepala Dinas, Drs Bambang Eko Sarwono MM, Senin (30/8) menyatakan, pihaknya akan menelusuri kembali usulan yang pernah diajukan oleh SD Bubakan 3. ''Tapi yang jelas, SD itu memang mendesak untuk dipugar, apalagi sebagian murid-muridnya sampai dipondokkan ke rumah penduduk,'' tegas Bambang Eko. Dijelaskan, di Wonogiri saat ini banyak gedung SD Inpres rusak. Jumlahnya 119 dari total 828 gedung 828 SD. Namun tahun 2004 ini hanya tersedia Rp 2,3 miliar saja, yang hanya cukup untuk memugar 68 gedung. Dikatakan, SD Bubakan 3 perlu upaya pemugaran berat dan ringan. Untuk pemugaran berat dan ringan paling tidak diperlukan dana Rp 160 juta. ''Kami berterima kasih sekali pada penduduk yang telah merelakan rumah huniannya dipakai belajar murid. Tapi kondisi ini jelas tidak mungkin dibiarkan berlarut-larut. Ini segera harus disikapi secara cepat.'' tandasnya. (P27-49) |