logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Agustus 2004 SALA
Line

Pimpinan UNS Tak Hadiri Penobatan

KENTINGAN - Undangan penobatan KGPH Tedjowulan sebagai Raja Keraton Surakarta dengan sebutan SISKS Paku Buwono XIII pada Selasa ((31/8) hari ini, telah disebarkan. Di antara penerimanya adalah Rektor UNS Prof Dr dr HM Syamsulhadi SpKJ dan para pembantu rektor. Namun para petinggi UNS tersebut memastikan tidak akan menghadiri penobatan tersebut.

"Alasannya masih ada dua kubu berkait dengan penobatan itu. UNS tak ingin dikesankan mendukung salah satu kubu jika menghadiri undangan tersebut," kata Pembantu Rektor (PR) I UNS, Dr Ravik Karsidi MS di ruang kerjanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, undangan itu dia terima lewat kurir pada Senin (30/8) pagi. Sampul berwarna merah tua. Bagian depan undangan dibubuhi lambang keraton dengan cetakan berwarna emas. Halaman pertama bagian dalam tercantum kalimat "Turut mengundang" yakni Pangageng Parentah Keraton Surakarta Drs GPH Dipokusumo, Pengageng Parentah Kaputren GK Ratu Alit, dan Pengageng Putra Sentana KGPH Hadiprabowo.

Bagian dalamnya dicantumi waktu acara, yakni pada Selasa Kliwon tanggal 31 Agustus 2004 jam 11.00, bertempat di Pendapa Sasana Sewaka Keraton Surakarta Hadiningrat.

Acaranya tertulis, untuk mengikuti "Pengukuhan KGPH Tedjo Wulan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Ario Adipati Anom Hamengkunegoro Sudibyo Rojo Putro Narendro ing Mataram". Lalu dilanjutkan "Jumenengan Pangeran Adipati Anom sebagai Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII Senopati Ing Ngalogo Abdurrakhman Sayidin Panotogomo Khalifatullah Tanah Jawi"

Namun pada bagian bawah undangan, tidak tercantum nama pengundang, hanya tertulis "Panitia". Cap Keraton Surakarta dan reservasi telepon jika yang diundang tak bisa hadir, juga tidak tertera. "Karena tidak ada reservasinya, kalau kami tidak datang juga tidak tahu akan memberitahukan ke mana," tutur Ravik.

Dia mengungkapkan, munculnya dua kubu yang ingin meraih tahta Keraton Surakarta merupakan urusan rumah tangga Keraton. Sikap UNS tak menghadiri undangan itu karena menilai masih ada konflik internal, menurut dia merupakan sikap tidak mencampuri urusan internal tersebut.

Wali Kota Hadir

Sebagaimana beberapa institusi yang lain, Wali Kota Surakarta H Slamet Suryanto dan petinggi di jajarannya telah menerima undangan penobatan KGPH Tedjowulan sebagai Paku Buwono XIII, Selasa (31/8) di kompleks Keraton Surakarta.

Padahal, sebelumnya Wali Kota juga telah diundang secara informal ke penobatan KGPH Hangabehi pada 10 Sepetember.

Penobatan manakah yang bakal dihadiri orang nomor satu di Pemkot Surakarta tersebut? "Pak Wali sudah menerima undangan untuk penobatan KGPH Tedjowulan.

Beberapa waktu lalu, KP Edy Wirabhumi dan GRAy Koes Moertiyah juga sudah bertemu untuk mengundang secara informal penobatan KGPH Hangabehi.

Diputuskan, kedua acara tersebut akan dihadiri Wali Kota dan jajarannya," ujar Plt Badan Informasi dan Komunikasi (BIK), Drs Purnomo Subagyo, kemarin.

Purnomo menyatakan, rencana kehadiran dalam dua acara itu karena Wali Kota tetap berkomitmen tidak turut campur masalah internal keraton. Dia juga tidak ingin memihak salah satu kubu yang memperebutkan tahta keraton. Namun karena diundang, untuk menghormati pihak yang mengundang, Wali Kota berencana hadir dalam kedua acara penobatan itu. "Dari awal Pemkot tidak akan masuk urusan internal keraton. Karena itu biar adil, dua-duanya dihadiri," paparnya.

Di tempat terpisah, Kapolwil Surakarta Kombes Abdul Madjid menyatakan tidak akan menghadiri undangan penobatan KGPH Tedjowulan sebagai SISKS Paku Buwono XII, hari ini. Selain ada tugas memenuhi panggilan Kapolda Jateng di Semarang, dia pun merasa ragu setelah melihat wujud undangannya yang kurang meyakinkan.

Hal yang membuat dia kurang yakin, sebab undangan itu tanpa RSVP atau alamat sekretariat panitia pengundang. Yang fatal, undangan itu tidak mencantumkan siapa pengundang yang bertanggung jawab dalam acara itu.

"Kalau begini, kepada siapa kami mau memberi konfirmasi. Alamat tidak ada, yang bertanggung jawab pun tidak ada. Namun kebetulan saya pun dipanggil Kapolda di Semarang. Jadi tidak bisa datang," ungkap Kapolwil dengan gaya khasnya, ceplas-ceplos.(D11,G18,san-17i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA