| Selasa, 31 Agustus 2004 | PANTURA |
"Surat Cinta" Wali Kota untuk PerbankanSURAT cinta bersampul cokelat muda, memang tidak lazim dipakai orang yang sedang dimabuk asmara. Sebab, warna itu lebih condong berlaku untuk hal-hal yang bersifat kedinasan. Namun, mungkin itu sebuah "rakhmat" bagi 12 bank swasta dan nasional yang tergabung dalam organisasi sub-Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Kota Tegal, baru-baru ini mengundang Wali Kota Adi Winarso. Di sela-sela acara Malam Silaturahmi, mereka mendapat "surat cinta" dari Wali Kota. Bank di Kota Tegal yang mendapat surat itu, adalah BNI, BRI, BPD, Mandiri AR Hakim, Mandiri Sudirman, Danamon, BCA, Swaguna, BII, Lippo, BTPN, dan Bukopin. Di pihak Wali Kota, hadir antara lain Wawali Maufur, Sekda Rahardjo, Kepala Dipenda Edy Pranowo, Ka DPU Wahyudi, Kepala Kantor Humas Sumito, Sekwan Yuswo Waluyo, Kepala Sosial M Fanani, dan Kepala Dinas Perkotaan Sugeng P. Perbankan di Kota Tegal memang peka. Mereka ikut merasakan, denyut pembangunan di Kota Bahari belakangan ini berlangsung cepat. Namun, mereka tak tahu harus bertindak apa. Mereka melayangkan surat ke Wali Kota. Gayung pun bersambut, Wali Kota yang kelihatannya memang menunggu sinyal langsung menyambar kesempatan emas itu. Sehari sebelum acara itu, Kepala Dipenda Edy Pranowo dan Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan Sumito, merekam dengan kamera video sudut-dudut kota yang perlu dipercantik. Tak kepalang tanggung, dari presentasi yang dipandu Edy Pranowo, ternyata masih banyak tempat yang perlu dipercantik. Misalnya, empat tugu batas kota, sembilan taman kota, enam bando jalan, neon boks di beberapa ruas jalan, beberapa lokasi tempat sampah, serta tiga jembatan penyeberangan. Harus Penuhi Syarat "Namun, ingat, bagi perbankan yang berminat membangun harus memenuhi syarat. Misalnya, tiang neon boks harus dibuat dari besi antikarat. Desain juga harus indah. Karena ingin yang terbaik, Wali Kota pasti mengecek ke lapangan saat pembuatan," tandas Edy. Ketua Sub-BMPD, Sapto Priyono sambil berkelakar mengatakan, kalau perbankan memilih membangun bando jalan, jangan-jangan bando milik istrinya kehabisan. "Namun silakan, perbankan mengambil salah satu program. Dengan begitu, mudah-mudahan anak emas Wali Kota nantinya bukan hanya BPD," kelakarnya lagi. Menurut Edy Pranowo, Wali Kota memberi surat cinta karena menyadari posisi perbankan di daerah tak bisa seenaknya memutuskan bisa berpartisipasi atau tidak. Tepatnya, soal keputusan itu berada di tangan pusat. Sehubungan itulah, dia mempersiapkan surat cinta dengan maksud agar bisa dikirim kembali oleh bank ke kantor pusatnya masing-masing. Meski demikian, tambah dia, ada beberapa bank yang sudah mengisyaratkan akan membangun salah satu fasilitas yang ditawarkan. Misalnya, BNI akan mengisi ruang iklan di jembatan penyeberangan, BPD akan membangun tugu batas kota; demikian pula BRI akan membangun bando jalan. Adi Winarso mengaku memasarkan Kota Tegal, sehubungan Pemkot baru saja mempertajam slogan Tegal Bahari menjadi Tegal Keminclong Moncer Kotane (KMK). Saat ini, motto TKMK sudah dikenal sampai luar daerah. Dunia perbankan akan terus bertambah ramai, karena bank lain akan masuk ke Kota Tegal; di antaranya Bank Permata, Bank Panin dan Bank Mega. "Hanya, entah kenapa hingga saat ini Kantor Bank Indonesia (BI) masih juga belum dibuka kembali di Kota Tegal," ungkapnya. (Nuryanto Aji-42a) |