| Selasa, 31 Agustus 2004 | PANTURA |
Kena Sedimentasi, Sungai Gung DinormalisasiTEGAL- Kondisi Sungai Gung yang melintas di tengah Kota Tegal semakin kritis. Setelah beberapa waktu lalu dinyatakan tercemar limbah coli oleh Kantor Pengendali Dampak Lingkungan (Pedalda), kali ini sungai tersebut juga diketahui telah terkena sedimentasi 0,5 meter. Kepala DPU Ir M Wahyudi mengatakan, akibat sedimentasi tersebut pihaknya mengkhawatirkan ketika musim penghujan akan membahayakan tempat tinggal warga di sekitar sungai. "Memang sedimentasi yang ditimbulkan cukup parah. Dampaknya, saat musim hujan air bisa meluap dan membahayakan warga sekitar sungai," katanya baru-baru ini. Guna mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan, menurut Wahyudi, pihaknya kini sedang melakukan normalisasi dengan membuat talud sepanjang 2 km sampai muara. Biaya pembuatan talud Rp 1,6 miliar. "Selain pembuatan talud, kami juga akan melakukan pengerukan." Dia menambahkan, selain menangkal bahaya banjir, pengerukan sungai juga untuk melancarkan buangan saluran air dari warga. "Sejauh pemantauan kami, banyak saluran air yang tergenang karena terhambat sedimentasi. Makanya, perlu pengerukan agar arus sungai dari hulu bisa lancar terbuang ke laut," paparnya. Cukup Parah Selain Sungai Gung, Wahyudi juga menyebut kondisi Sungai Sibelis cukup parah. Direncanakan, setelah pengerukan Sungai Gung usai, pihaknya akan melakukan normalisasi Sungai Sibelis dengan dana yang telah dianggarkan sebesar Rp 1,1 miliar. Sementara itu, Wali Kota Adi Winarso mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampah dan limbah ke sungai. Pasalnya, keberadaan sungai yang melintas di Kota Bahari itu merupakan limpahan dari daerah hulu, yakni Kabupaten Tegal. (G12-74r) |