logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Agustus 2004 PANTURA
Line

Membangun Desa Butuh Keteladanan

KRISIS kepemimpinan yang tengah melanda negeri ini bisa jadi disebabkan oleh para pemimpin yang lebih banyak berbicara daripada melakukan sesuatu yang nyata. Padahal seharusnya seorang pemimpin mulai tingkat desa harus bisa memberikan keteladan agar bisa membangun daerahnya.

Keteladanan atau contoh yang baik itu menurut pendapat Kepala Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, H Ibnu Sudiyono, sangat besar peranannya dalam membangun desa.

"Jika kepala desa (kades) bisa menunjukkan contoh yang baik, maka masyarakat akan sukarela berpartisipasi dalam pembangunan desa," ujar Kades yang baru saja meraih predikat sebagai kades teladan pertama di Kabupaten Pekalongan itu.

Ibnu mencontohkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat untuk membangun desanya. Dari tahun ke tahun swadaya murni masyarakat desanya, kata dia, selalu di atas Rp 100 juta. "Saya jarang memerintah masyarakat atau bawahan karena saya lebih suka memberi contoh," ujarnya.

Namun predikat kades teladan, tambah dia, bukan menjadi tujuan. Sebab, justru saat ini dirinya punya beban berat untuk membuktikan predikat yang disandangnya itu.

"Saya justru terbebani karena harus membuktikan predikat tersebut," paparnya.

Kegiatan terbesar yang harus menjadi ujian pertamanya adalah pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) putaran kedua yang sudah di depan mata. Keberhasilan pelaksanaan pilpres di suatu daerah, kata dia, akan menjadi parameter keberhasilan pemimpinnya. Karena itu, dia mengimbau para kades untuk tetap netral karena jika tidak, maka akan berpengaruh bagi pembangunan desa.

"Seorang kades dan pemimpin desa harus punya komitmen untuk menjaga netralitas dirinya, sebab di sanalah kredibilitas jabatan itu dipertaruhkan," paparnya.

Memotivasi

Jabatan kades, kata Ibnu, dulu mungkin dinilai prestise, tapi sekarang tidak lagi. Posisi kades saat ini harus ditempatkan sebagai fasilitator bagi masyarakat desa untuk membangun daerahnya sehingga kades juga harus bisa memotivasi warganya untuk terus bisa maju.

Motivasi itu, kata kades yang juga seorang pemilik rumah makan dan kolam pemancingan tersebut, tak bisa diremehkan. Dia mengaku sudah membuktikan dengan pembangunan di desanya.

"Kelihatannya agak klise, tapi semboyan desa kami, Karanggondang Desa Penuh Harapan yang saya canangkan pada tahun 1995 membuat warga kami bersemangat untuk membangun desanya menjadi lebih baik," tuturnya. (Muhammad Burhan-14n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA