| Selasa, 31 Agustus 2004 | PANTURA |
"Saya Enjoy Aja..."BAGAIMANAKAH komentar H Prawasono SH terhadap persidangan yang cukup menguras tenaga dan pikiriannya? Juga setelah majelis hakim yang menyidangkan akhirnya menolak dakwaan jaksa penuntut umum ? "Ini justru bagian dari rekreasi atau refreshing. Bagaimanapun juga saya harus menghormati proses hukum yang berlaku. Saya juga akan selalu menghormati putusan hakim yang menyidangkan perkara ini," tutur H Prawasono SH yang juga dikenal sebagai Pendiri dan Pembina Praja Jawa Tengah. Soal pencalonannya dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah, dia juga mengaku bangga terhadap dirinya sendiri. "Betapa tidak bangga. Saya ini orang yang tidak dikenal di Jawa Tengah. Lantas mampu mengumpulkan suara lebih dari 700 ribu. Ini kebanggaan buat diri saya sendiri," tutur dia. Tidak Jatuh Dia juga menolak diibaratkan jatuh tertimpa tangga. Apalagi sampai terhimpit tangga. "Saya enjoy aja. Saya gagal meraih suara yang dapat meloloskan menjadi anggota DPD, juga tidak apa-apa. Namun, faktanya saya mendapat dukungan yang begitu besar dari warga Jawa Tengah," tandasnya. Jika dibandingkan dengan kuota atau bilangan pemilih yang dapat meloloskan seorang calon anggota DPRD atau DPR RI, kata dia, tentu sudah jauh di atas rata-rata. Dengan fakta perolehan suara yang mencapai ratusan ribu, sudah membuat dirinya bangga dengan kondisi seperti itu. Bagi dia sekarang, dengan adanya putusan PN Slawi yang menolak dakwaan politik uang, sudah merupakan salah satu kejelasan atas apa yang dilakukannya selama ini adalah benar. Bukan merupakan suatu pelanggaran hukum. "Jadi saya tidak merasa berkampanye, apalagi melanggar jadwal kampanye. Bahkan kalau sampai memberi uang Rp 20 ribu, saya anggap ini sebagai penghinaan. Saya tidak mungkin begitu. Mudah-mudahan masyarakat Jawa Tengah pada akhirnya tahu, kalau semua tuduhan politik uang ini tidak benar. Itu saja ya," tuturnya didampingi advokat dan pengacara M Maizun Chozin SH, kemarin.(Riyono Toepra-14r) |