| Selasa, 31 Agustus 2004 | MURIA |
Pesan Moral Bebek-bebekan Dinilai PositifPATI- Pesan moral yang disampaikan oleh Komunitas Sarmin kepada anggota DPRD Kabupaten Pati, periode 2004-2009 melalui kerajinan ''bebek-bebekan'' dinilai positif. Melalui falsafah bebek, banyak yang bisa dijadikan koreksi dalam melaksanakan kinerjanya lima tahun ke depan. Hal tersebut terungkap dalam rangkuman pendapat sejumlah anggota DPRD. Dari sisi barang kerajinan, kata ketua sementara DPRD Suwito, ''bebek-bebekan'' itu cukup bagus, karena dikemas dalam ruang kaca. Meskipun penyampaiannya tidak bisa diterima langsung pada saat pengambilan sumpah janji dan pelantikan, barang tersebut sudah sampai di Gedung DPRD. Demikian pula, falsafah yang divisualisasikan dalam beberapa posisi bentuk unggas itu, sebenarnya bermakna memberi peringatan, sehingga anggota Dewan nanti tidak menunjukkan sikap seperti itu. Dia telah melihat ''bebek-bebekan'' itu, karena Sabtu lalu, sudah mulai masuk kantor. ''Hari itu, kami hanya mempelajari draf tata tertib (tatib) DPRD,''ujarnya. Menurut Alwi Alaydrus, salah seorang anggota Dewan dari PDI-P, setelah membaca berita Suara Merdeka (28/8), dia memahami pesan moral yang disampaikan. Satu di antaranya cukup bagus, karena melalui falsafah bebek yang mendongak ke atas, diartikan agar setelah menjadi anggota Dewan, hendaknya jangan sombong. ''Dengan kata lain, paling tidak jika bertemu orang yang sudah pernah dikenal, hendaknya jangan pura-pura tidak mengenal.'' Maaf Terlepas dari masalah tersebut, dia juga minta maaf kepada wakil masyarakat yang tetap mempunyai kepedulian terhadap kinerja Dewan. Jika pesan-pesan yang hendak disampaikan bersamaan dengan waktu pengambilan sumpah janji, dan pelantikan tidak bisa terlaksana, hal itu bukan anggota Dewan tidak bersedia menemui. Sebab, katanya lagi, ketika itu, dia memang tidak bisa berbuat apa-apa, karena harus mematuhi aturan protokoler yang mendapat penjagaan cukup ketat. Namun setelah mencermati apa yang diberitakan oleh media, sama sekali tidak ada yang bermaksud negatif. Hal yang sama juga diungkapkan FX Sudiyono SH, anggota Dewan dari partai itu. Pihaknya tetap akan mengkritisi masuk-masukan dari anggota masyarakat, terutama kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan umum. Sementara itu, Suharto dari Partai Golkar menegaskan akan belajar dari kekurangan yang terjadi pada anggota Dewan periode sebelumnya. Dengan begitu, dia bisa mengendalikan diri. (ad-90r) |