logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Agustus 2004 MURIA
Line

Ketika Atlet-atlet Balita Berlaga...

Sabtu (21/8) pagi itu, trotoar di belakang kantor Pemkab Jepara sangat ramai. Ibu-ibu berlalu-lalang sambil menggendong anaknya yang rata-rata baru berusia 1-3 tahun. Mereka masuk keluar gapura Kecamatan Jepara. Pagi itu ada lomba unik dan diikuti oleh peserta yang unik pula. Lomba berjalan dan memasukkan bola ke dalam keranjang. Demikian kop tulisan dalam kertas yang dipajang di papan pengumuman kantor kecamatan. Di bawahnya terdapat 93 nama ''atlet'' jalan cepat yang masih berumur 12-18 bulan. Di samping daftar nama-nama itu, terdapat 179 nama ''atlet'' lomba memasukkan bola dalam keranjang. Sementara itu, di pintu masuk arena terpampang spanduk bertuliskan ''Kalau Anak Cerdas, Mau Jadi Apa Juga Bisa''.

Setelah instruktur pertandingan memanggil satu per satu dari lima ''atlet'' untuk menempatkan diri digaris start, instruktur pun mulai memberi aba-aba, ''Satu ... dua ... tiga!"

Lalu apa yang terjadi?

Lima bocah yang baru turun dari gendongan ibunya dan baru beberapa hari bisa menginjakkan kaki itu hanya bisa memandangi wajah ibunya dan para suporter yang mengerubutinya. Tak pelak, karena itu adalah laga jalan cepat dan dinilai oleh juri, sang ibu dari masing-masing bocah pun mendorong-dorong anaknya untuk berburu cepat menuju garis finish yang berjarak 8 meter. Begitu sampai garis finish, tangan salah satu bocah itu pun melambai ke arah ibunya. Dalam lomba tersebut, yang menjadi juara adalah Ayu Diah Cahyani (1) dengan catatan waktu tujuh detik.

Pada nomor lain, laga adu cepat memasukkan bola ke dalam keranjang juga tak kalah menarik. Peserta pada nomor ini berumur dari 19 bulan hingga 3,6 tahun.

Begitu instruktur memberi aba-aba, lima bocah yang bertanding dengan bola di tangan memburu keranjang yang dipegang panitia. Bleng! Bola pun masuk. Mereka yang berhasil meluapkan kegembiraan. Namun, tak sedikit yang setelah memasukkan bola wajahnya ditutup dengan kedua tangannya, tanda malu. Ada yang lebih lucu. Bola bukannya dimasukkan ke dalam keranjang melainkan dibuang begitu saja. Bahkan ada yang salah alamat, bolanya dimasukkan ke keranjang teman lain. Juara lomba pada nomor ini adalah Sholeh Al Kawasi (3) dari Mulyoharjo dengan catatan waktu 3,34 detik.

Latihan Mental

Di sela-sela lomba, event organizer dari produk susu DHA dan Sari Husada Semarang, Hartina, mengatakan, lomba tersebut biasanya diselenggarakan di mal-mal di Kota Semarang dan hanya kalangan tertentu yang berpartisipasi. ''Ternyata setelah kami coba di kantor Kecamatan Jepara, pesertanya sangat antusias,'' ujarnya.

Selain itu, lanjut Hartina yang asli Semarang, lomba tersebut dimaksudkan untuk melatih mental anak. ''Di samping menumbuhkan bakat dan minat, juga untuk melatih mental anak,'' tuturnya.

Ulfa Sofiana (30), warga RT 2 RW 2, Potroyudan, Kecamatan Jepara yang juga ibu dari Maulida Istaghna Faza (3), salah seorang peserta lomba mengemukakan hal senada.

Camat Kecamatan Jepara Edy Sudjatmiko mengungkapkan, lomba tersebut adalah yang pertama di wilayahnya. (Muhammadun Sanomae-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA