| Selasa, 31 Agustus 2004 | KEDU & DIY |
LSM ke Kapolda Desak Usut Korupsi DPRD LamaPURWOREJO - LSM Kalpataru dan Gerakan Rakyat Antikorupsi (Gerak) Purworejo rencananya akan menemui Ketua DPRD, Senin pagi kemarin. Setelah itu mereka juga akan menemui Kapolres AKBP Drs Muhammad Nur. Ketika menerima tamu dari dua LSM tersebut, Ketua DPRD Setyarso Widodo alias Angko menyanggupi hendak melakukan apa yang ditekankan LSM. Seperti diberitakan kemarin, LSM tersebut menginginkan kinerja DPRD baru itu harus lebih baik dari para wakil rakyat sebelumnya. Mereka tidak menginginkan citra buruk terjadi di kalangan Dewan seperti periode sebelumnya. Ketua DPRD baru yang biasanya masih idealis dan penuh semangat itu diharapkan bisa menerima aspirasi LSM. Karena itu, dia meminta Ketua DPRD membongkar kasus-kasus penyalahgunaan, penyelewengan, dan korupsi yang diduga terjadi di daerah itu. Keinginan tersebut diungkapkan lantaran di Purworejo belum ada upaya nyata seperti di beberapa daerah lain, yakni anggota Dewan dijadikan tersangka karena korupsi. ''Kami akan berusaha melakukan seperti yang diinginkan LSM. Memang itu sudah menjadi komitmen kami,'' tutur Ketua Dewan. Ketika bertamu ke Polres, sejumlah pengurus LSM itu ditemui Kapolres AKBP Drs Muhammad Nur. Mereka meminta Kapolres mengusut beberapa kasus korupsi. Padahal, kata Ketua LSM Kalpataru Ichsan, Kapolda Jateng sudah memberi sinyal agar para Kapolres proaktif melakukan upaya jemput bola. Berkenaan dengan itu Ichsan menginginkan penanganan nyata dari kepolisian. Apalagi saat ini sudah merebak isu di masyarakat tentang dugaan penyelewengan oleh anggota DPRD lama. Agar aspirasinya benar-benar ditindaklanjuti, Ichsan menyatakan dalam waktu dekat ini beberapa LSM hendak ke Kapolda Jateng untuk meminta dukungan Kapolda agar dugaan kasus-kasus penyimpangan di daerahnya segera ditangani Polres. Soal defisit APBD yang mencapai hampir Rp 40 miliar seperti dipersoalkan dua LSM tersebut ibarat bom waktu. Sebab kalau terbongkar akan banyak yang tersangkut. (yon-85n) |