| Selasa, 31 Agustus 2004 | EKONOMI |
Paket WTO Untungkan Negara BerkembangSEMARANG-Hasil sidang General Council WTO di Jenewa Swiss atau dikenal sebagai Paket Juli lebih menguntungkan negara berkembang terkait dengan beberapa poin penting di bidang pertanian. Dubes RI di WTO Gusmardi Bustami mengemukakan sejumlah kesepakatan Paket Juli berhasil disahkan. Dibandingkan dengan Putaran Uruguay, Paket Juli memiliki banyak kemajuan yang cukup signifikan. ''Bagi Indonesia sebagai koordinator 33 negara berkembang (G 33) Paket Juli mempunyai arti penting karena perjuangan dua tahun lebih memasukkan konsep special product dan safeguard special mechanism (SP/SSM) diterima, serta dukungan domestik sebesar 10% khususnya bagi UKM di negara berkembang bisa dipertahankan,'' tutur dia di sela-sela penyuluhan kebijakan perdagangan luar negeri yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng di Hotel Grasia, baru-baru ini. Menurut dia, SP/SSM penting bagi Indonesia untuk melindungi produk pertanian dalam negeri yang dihasilkan petani kecil yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Pemerintah harus segera menyesuaikan kriteria SP dimaksud agar sejalan dengan RUU Perdagangan yang dibahas di Setneg saat ini. ''SP harus sesuai dengan RUU Perdagangan. Selain itu kita harus lebih berhati-hati karena negara maju punya sensitivitas produk. Bisa saja mereka kemudian juga melakukan hal yang sama seperti kita. Mereka selalu mencari jalan untuk menekan negara berkembang,'' ujarnya. Departemen teknis, lanjut dia, juga harus menyelesaikan road map berbagai komoditas yang akan dimasukkan dalam SP sehingga seluruh mekanisme pertahanan industrinya sudah disiapkan secara matang. Masalah subsidi ekspor yang sebelumnya tidak diatur secara jelas, kata dia, dalam Paket Juli berhasil ditentukan. Bahkan subsidi ekspor yang mengganggu perdagangan, misalnya kredit ekspor dan asuransi ekspor yang waktu pembayarannya melebihi 180 hari, akan dihapus. ''Demikian pula bantuan makanan yang dalam Putaran Uruguay tidak diatur secara jelas kriterianya, dalam Paket Juli akan dinegosiasikan lagi,'' tambahnya. (G2-53) |