logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Agustus 2004 EKONOMI
Line

Industri Mebel Makin Sulit Berkembang

SEMARANG-Industri mebel diperkirakan makin sulit berkembang akibat kesulitan bahan baku dan persaingan yang makin ketat baik di pasar domestik maupun ekspor.

Setyawan T Kusumonegoro, Ketua DPP Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Bidang Usaha Kecil Menengah mengatakan industri itu mengalami penurunan kinerja beberapa tahun terakhir akibat berbagai masalah klasik.

"Selain masalah bahan baku dan persaingan yang makin ketat, industri itu diliputi masalah di bidang teknologi dan desain," tuturnya di sela-sela pengukuhan pengurus Asmindo Komda Semarang 2004-2009 yang diketuai oleh Ir Anggoro Rahmadiputra di Hotel Graha Santika, baru-baru ini.

Kapasitas produksi industri mebel, lanjut dia, saat ini diperkirakan 2 juta m3, sedangkan pasokan bahan baku kayu belum mencukupi.

"Bahan baku kayu untuk industri mebel masih kurang meskipun ada larangan ekspor kayu gelondongan,'' jelasnya.

Untuk mengantisipasi kesulitan mencari kayu sebagai bahan baku mebel, kata dia, pengusaha meningkatkan volume impor kayu. Sebagian mulai beralih ke bahan baku alternatif agar tetap dapat berproduksi.

Salah satu penyebab peningkatan volume impor, menurut dia, tak lain karena banyak kayu yang diselundupkan ke luar negeri.

"Sungguh ironis jika kayu-kayu kita diselundupkan ke luar negeri, sementara industri mebel lokal kekurangan bahan baku. Kami meminta pemerintah menghentikan penyelundupan kayu ke luar negeri," tegasnya.

Asmindo, kata dia, sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi tekanan terhadap hutan alam atau memberi kesempatan hutan untuk berkembang.

Namun pemerintah juga harus mempertimbangkan kebutuhan bahan baku riil industri perkayuan. (G2-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA