logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Agustus 2004 EKONOMI
Line

Dampak Kenaikan Harga Minyak Dapat Dikendalikan

JAKARTA-Menteri Keuangan Boediono menGatakan dampak negatif kenaikan harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini masih dapat dikendalikan sehingga APBN 2004 tetap dalam posisi aman.

"Pelaksanaan APBN 2004 memang menghadapi tantangan cukup berat, terutama oleh peningkatan harga minyak mentah, tetapi belum mengganggu APBN," tegasnya, kemarin.

Menteri Keuangan mengungkapkan hal itu dalam rapat kerja Panitia Anggaran DPR yang dipimpin oleh Ketua Abdullah Zainie dan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bunbunan Hutapea.

Pada semester I 2004 harga minyak mentah Indonesia rata-rata 32 dolar AS/barel. Akibat harga minyak dunia yang terus naik akhir-akhir ini pemerintah memperkirakan harga minyak rata-rata tahun 2004 mencapai 36 dolar AS/barel.

Boediono menyebutkan kenaikan harga minyak dunia dan suku bunga di AS menciptakan ekspektasi ketidakpastian perekonomian yang mendorong nilai tukar rupiah melemah dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.900/ dolar AS.

"Hal itu selanjutnya berpengaruh pula terhadap perkiraan realisasi inflasi yang lebih tinggi dari 6,5% menjadi 7%," jelasnya.

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia juga berdampak pada lonjakan belanja subsidi BBM sehingga mencapai Rp 63 triliun.

Meskipun dampak negatif cukup banyak, lanjut dia, berbagai indikator menunjukkan dampak negatif itu masih dalam posisi aman.

"Antara lain ditunjukkan oleh perkiraan realisasi suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang menurun dari 8,5% menjadi 7,6%," tuturnya.

Mengenai lonjakan belanja subsidi BBM, dia menjelaskan pemerintah belum waktunya melakukan penyesuaian harga BBM mengingat perlu diciptakan ketenangan menjelang pemilu presiden putaran kedua.(ant-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA