logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 30 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Meski Tiket Pesawat Murah Layanan Tetap Harus Standar

SEMARANG - Saat ini banyak maskapai penerbangan menggelar ''perang diskon'' dengan merelakan sejumlah kursi penumpangnya dengan sangat murah. Misalnya, Batavia Air yang berani promosi dengan memasang harga di bawah Rp 200.000 untuk tiket Jakarta-Semarang pergi pulang.

''Memang tidak semua tiket pesawat itu dijual dengan harga di bawah Rp 200.000. Masih ada kelas VIP dan kelas tiket dengan harga di atas Rp 200.000. Yang terpenting tiket pesawat boleh murah, tetapi layanan awak kabin terhadap penumpang harus tetap standar,'' kata Ketua Stiepari Semarang Haniek Listyorini SE MBA saat pembukaan Program Pascasarjana Magister Manajemen (MM) Pariwisata dan MM Perhotelan, Sabtu (28/8).

Haniek menjelaskan, yang dimaksud layanan standar adalah hak-hak penumpang tidak dikurangi. Misalnya, awak kabin tetap harus menawarkan apakah penumpang memilih minuman dingin atau hangat dan tetap menyediakan makanan kecil selama perjalanan.

''Awak kabin tetap harus mendemonstrasikan apa saja yang harus dilakukan para penumpang selama perjalanan atau jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi, jangan karena tiketnya murah, pelayanannya asal-asalan.''

Terlepas dari hal itu, menurut dia, banyaknya maskapai baru sekaligus ''perang diskon'' merupakan dampak positif deregulasi perizinan di bidang penerbangan.

Sebagai negara kepulauan, sudah seharusnya pemerintah memberikan kemudahan agar dunia transportasi udara dan laut lebih maju.

''Roda perekonomian menjadi lebih terpacu. Pebisnis yang biasanya naik kereta api, kini banyak beralih ke pesawat terbang. Selain gengsi naik, juga bisa mempersingkat waktu perjalanan. Ini juga berdampak baik bagi dunia pariwisata. Masyarakat juga sudah mulai menggunakan jasa penerbangan untuk berwisata,'' jelasnya.

Direktur Program Pascasarjana Stiepari Semarang Prof Dr Soetomo WE MPD mengatakan, program MM Pariwisata dan Perhotelan Stiepari sudah memperoleh SK Dirjen Dikti No 2995/D/T/2004 tanggal 4 Agustus. Kini pendaftaran dan seleksi program dibuka September, kuliah prasemester dua bulan (Oktober-November) dan awal kuliah Desember 2004.''Baik MM Perhotelan maupun MM Pariwisata akan menampung 30 mahasiswa,'' katanya. (D6-89i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA