| Senin, 30 Agustus 2004 | SEMARANG |
Dari Kontes Hot Bike 2004Modifikasi Motor Habis Rp 30 JutaSEMARANG-Yang namanya hobi, berapa pun biaya yang dikeluarkan sering tidak diperhitungkan untuk menyalurkan kesenangannya. Begitu juga dengan para hobier memodifikasi sepeda motor, yang mengikuti Kontes Hot Bike 2004 yang digelar AR Production di Grand Atrium Plasa II, Plasa Simpanglima Semarang, Sabtu lalu (28/8). Sebanyak 64 peserta yang mengikuti kontes modifikasi itu, semuanya mengaku sudah mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah untuk mempercantik motornya. Para pemilik sepeda motor juga melakukan berbagai terobosan mencari variasi dengan berbagai asesoris, agar penampilan motornya tampak jreng dan modis. Salah satu terobosan, terhitung nekat dilakukan oleh salah seorang peserta kontes itu. Dia adalah Hendro, warga Genuk Krajan VI 655. Anak muda itu membiayai modifikasi motornya dengan menghabiskan dana Rp 30 juta. Sepeda motor Yamaha RX King 1992 miliknya, tampil mengilat. Semuanya dikrom, dengan berbagai variasi di sana-sini. Karburator yang biasanya hanya satu, oleh Hendro ditambah menjadi enam buah. ''Kesemuanya itu bisa berfungsi pada saat sepeda motor dijalankan,'' ungkap dia. Dengan adanya enam karburator, jalannya kendaraan memang tidak stabil. Untuk menempuh jarak satu kilometer saja, bila semua karburator difungsikan, bisa menghabiskan bensin satu liter. ''Memang boros sekali. Satu liter bensin bisa habis hanya dalam jarak satu kilometer,'' tegas pemodifikasi yang bergabung dalam klub Pap&Mam itu. Untuk memodifikasi motornya, dia mengaku menghabiskan waktu dua tahun hingga betul-betul merasakan kepuasan. Dari upaya itu, dia bisa puas menyalurkan hobinya, Berbagai predikat juara pun berhasil diraihnya. Paling tidak, sudah ada 16 piala kejuaraan modifikasi motor berhasil dikoleksinya; dari kejuaraan nasional hingga regional. Begitu juga dengan teman satu clubnya, Nugroho Catur. Motor Yamaha bebek F1Z-nya keluaran 2000, dimodifikasi dengan berbagai variasi, seperti bodi dikrom dengan warna biru, serta ditambahi dengan empat karburator. Hanya, untuk biayanya, Catur haris merogoh koceknya Rp 3 juta. Namun demikian, penampilan sepeda motor yang baru saja meraih Juara I modifikasi motor di Solo itu mampu membuat kagum mereka yang melihat. Lain lagi dengan salah seorang peserta kontes yang menampilkan Honda Megapro. Begitu dibeli, motor anyar keluaran 2004 itu langsung disulap menjadi ''BCA Speed''. Selain dilombakan modifikasi, menurut Andri P dari AR Production, panitia juga melakukan penilaian mengenai air brush contest, low rider, the cleanest cycle, the best cycle dan the best stand presenter.(B14-84a) |