| Senin, 30 Agustus 2004 | SEMARANG |
8.300 Mahasiswa Undip Ikuti PPMB
SEMARANG-Pagi ini, sebanyak 8.300 mahasiswa baru Undip dari program D III, S-1 reguler, S-1 ekstensi, S-2, dan S-3 dijadwalkan mengikuti upacara PPMB di Kampus Tembalang. Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan PPMB yang akan berlangsung selama empat hari. ''Rinciannya satu hari acara universitas dan tiga hari di fakultas. Seusai upacara penerimaan tingkat universitas jangan mau dirayu mahasiswa senior untuk kembali ke fakultas, nanti malah dikerjai. Lebih baik pulang karena acara fakultas sudah ada jadwalnya,'' pesan Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Undip Ir H Bambang Triono B MEng, di sela-sela melepas kontingen PON XVI yang tercatat sebagai mahasiswa Undip, Jumat (27/8) lalu. Bambang berjanji kalau dalam pantauan pihak rektorat menemukan ada kekerasan fisik dalam pelaksanaan PPMB di tingkat jurusan, fakultas, atau universitas, pihaknya akan memberi sanksi akademik bagi yang terlibat. ''Rangkaian PPMB lebih diarahkan pada kegiatan dialogis, acara akademik dan demo unit kegiatan mahasiswa (UKM). Mudah-mudahan tidak ada kekerasan lagi,'' harapnya. Dominan Lebih jauh Bambang mengakui dominasi mahasiswa senior dalam penyambutan mahasiswa baru yang sering disebut Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek) yang menjurus perpeloncoan masih sulit dihapus. Menurutnya hal ini disebabkan praktik perpeloncoan bukan hanya saat penyambutan mahasiswa baru di kampus tapi juga bisa terjadi di unit kegiatan mahasiswa, rumah kost, atau di tempat aktivitas mahasiswa lainnya. ''Sudah dua tahun terakhir kami mencoba mengikis dominasi mahasiswa senior yang cenderung menjurus praktik kekerasan dalam penyambutan mahasiswa baru,'' katanya Aksi kekerasan dalam penyambutan mahasiswa baru, lanjut Bambang, merupakan wujud balas dendam seperti yang mereka alami saat menjadi mahasiswa baru dulu. ''Maka mereka ingin memberikan 'warisan kekerasan ini turun temurun kepada yuniornya.'' Menurut dia, Undip telah berusaha memutus rantai kekerasan yang menimpa mahasiswa baru dengan mengeluarkan kebijakan melalui SK Rektor No 101/2003 yang melarang segala bentuk kekerasan dalam penyambutan mahasiswa baru di kampus. Untuk menghapus dendam warisan, ujar Bambang, penanggung jawab penyambutan mahasiswa baru tidak lagi dipegang pembantu rektor bidang kemahasiswaan tapi dialihkan kepada pembantu rektor bidang akademik dan nama program penyambutan mahasiswa baru pun diganti. ''Saat masih di bawah kendali pembatu rektor bidang kemahasiswaan namanya Pengenalan Kehidupan Ilmiah Kampus (Pekik). Sekarang diganti dengan Program Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) agar lebih menekankan nilai-nilai akademis,'' terangnya. (wid-84 ) |