| Senin, 30 Agustus 2004 | SEMARANG |
10 Juta Orang Indonesia Mengidap Hepatitis BSEMARANG- Lebih dari 10 juta penduduk Indonesia terinfeksi virus hepatitis B. Itu artinya, 1 dari 20 warga negeri ini terinfeksi virus penyebab penyakit tersebut. Dokter Hirlan SpPD KGEH mengemukakan data itu pada seminar tentang penyakit hepatitis, Sabtu (28/8), di Laboratorium Klinik Prodia, Semarang. Menurutnya, di seluruh dunia, lebih dari 350 juta orang menderita penyakit tersebut dan 75%-nya berada di Asia Tenggara. ''Kurangnya informasi mengenai penyebaran virus hepatitis, mungkin menjadi salah satu penyebab tingginya angka penderita, baik di dunia maupun Indonesia,'' katanya. Hirlan yang sehari-hari bertugas di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi dan RS Tlogorejo itu mengatakan, sudah ditemukan obat untuk menyembuhkan penderita penyakit tersebut. ''Namun, alangkah lebih baik jika masyarakat melakukan pencegahan, mengingat obat untuk penyembuhan tak bisa dibilang murah. Penyembuhan dengan cara injeksi bahkan biayanya sebanding dengan harga mobil kijang kapsul,'' paparnya. Alternatif penyembuhan lain, kata dr Hirlan, dengan pemberian obat sirup atau kapsul (lamivudin). ''Pencegahan lebih dini, dengan vaksinasi. Namun, pasien terlebih dahulu harus menjalani serangkaian pemeriksaan. Sebab, kalau ternyata dia sudah terkena virus hepatitis B, vaksinasi tidak akan membuat tubuhnya kebal, tapi hanya memutasi virus. Itu malah bisa menulari orang lain,'' jelas dia. Dia juga mengemukakan, virus itu tidak seganas virus hepatitis C yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya. "Namun, akibat kurangnya informasi tentang penyakit tersebut, tidak sedikit penderita yang meninggal dunia.'' Dia lantas memberikan informasi mengenai pencegahan virus hepatitis B dan C. Dosen Fakultas Kedokteran Undip Semarang itu menganjurkan vaksinasi hepatitis B, baik kepada anak-anak maupun dewasa, hidup bersih, penghindaran kontak dengan pasien menular, dan tidak sembarangan menukar alat suntik serta menerima donor darah. Hal lain yang perlu diperhatikan, menurutnya, cukupnya istirahat, menghindari kerja fisik berat dan minum alkohol, serta berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan. ''Mitos yang berkembang di masyarakat bahwa penderita hepatitis B tidak boleh berolah raga itu salah. Memang tidak harus berolah raga seperti atlet berprestasi, tapi jalan santai selama 1 jam dan seminggu 4 kali akan membantu penderita mempertahankan berat badan. Itu sangat dianjurkan,'' ungkap Hirlan.(nrs-89b) |