logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 30 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Pesta Pernikahan Itu Belum Berakhir

SAAT pernikahan Sukawi Sutarip Wali Kota Semarang dengan Sinto Adi Prasetyorini ST, Sabtu (21/8) lalu, sengaja mereka tidak menggelar pesta rakyat. Keduanya hanya melakukan ijab kabul di Masjid Agung Jateng, dan syukuran keluarga di rumah dinas wali kota Jalan Rorojonggrang 1 Semarang.

Karena itu, beberapa warga Kota ATLAS berinisiatif ''menikahkan'' kembali Sukawi dengan Sinto di hadapan banyak warga. Tak ayal, setiap kunjungan Wali Kota bersama istri ke kelurahan ataupun kecamatan, suasana mirip hajat mantenan terlihat.

Sabtu (28/8) malam, misalnya, di Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara digelar Pesta Rakyat HUT Ke-59 RI dan Tasyakuran Pernikahan Sukawi Sutarip dengan Sinto Adi Prasetyorini. Pesta itu digelar oleh masyarakat di kelurahan tersebut.

Mengawali pesta, pengantin baru dikirap keliling sejak dari pertigaan Jalan Arteri Yos Sudarso dan Jalan Cumi-Cumi Raya. Lalu, rombongan melewati Jalan Kalibaru menuju Lapangan Kabana Jalan Raya Bandarharjo Selatan. Rute yang dilalui lebih kurang dua kilometer. Pada kirap itu, Sukawi dan Sinto naik andong didampingi Camat Surachman bersama istri.

Di belakangnya, para pejabat di lingkungan Pemkot juga naik andong. Antara lain Sekda Drs Saman Kadarisman, Asisten I Sekda Drs Soemarmo HS, Asisten II Sekda Ir Slamet Riyadi, Asisten III Sekda Drs Hadi Purwono, dan Lurah Bandarharjo Sugiyarto. Lima andong disiapkan panitia dalam kirab itu. Semua pejabat tersebut didampingi istrinya masing-masing.

Atraksi barongsai yang dimainkan Perkumpulan Seni Wushu dan Liong Samsi Naga Hijau Semarang ikut menyemarakkan kirab itu. Demikian pula beberapa grup rebana dari kelurahan tersebut.

Sementara itu, sambutan masyarakat di sepanjang rute pun luar biasa banyak. Ribuan warga, mulai dari anak-anak sampai orang tua menyambut kehadiran orang nomor satu di Kota Semarang itu.

Ratusan murid sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo sengaja dikerahkan untuk menyambut Wali Kota, meski acara itu dilaksanakan malam hari. Mereka mengenakan seragam putih-merah dan ada pula yang mengenakan seragam pramuka.

Ibu-ibu PKK yang mengenakan seragam hijau-hijau juga ikut menyambut kehadiran pejabat Pemkot itu. Di sepanjang rute yang dilalui, ribuan warga sambil membawa lilin membentuk barisan panjang menyambut para pejabat bersama istri.

Di lapangan Kabana Bandarharjo, warga sudah tumplek bleg. Dua panggung besar menunggu kedatangan rombongan itu. Pada panggung utama terpampang tulisan ''Pesta Rakyat HUT Ke-59 RI dan Tasyakuran Pernikahan H Sukawi Sutarip SH SE dengan Sinto Adi Prasetyorini ST''.

Panggung kedua di sebelah kanan panggung utama dibuat mirip kursi pelaminan. Sukawi Sutarip dan Sinto didampingi para pejabat Pemkot pun duduk di panggung itu.

''Saya terharu sekali menerima sambutan ini,'' kata Sukawi saat memberikan sambutan, didampingi sang istri.

Sampai berkali-kali dia harus mengambil napas panjang sebelum melanjutkan sambutannya.

''Saya akui, perhatian saya terhadap warga masih kurang dibandingkan dengan perhatian warga yang begitu besar terhadap diri saya,'' ujarnya.

Dalam pesta itu, Sukawi didaulat menyanyi di hadapan ribuan warga yang memadati lapangan. Pasangan pengantin baru itu pun melantunkan tembang ''Kemesraan''.

Pesta yang dimeriahkan hiburan dang dut itu pun terus berlanjut, meski Wali Kota bersama istri dan para pejabat lain meninggalkan lokasi pesta pukul 21.30.

Pesta itu kembali berlanjut di Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Minggu (29/8) pagi, seusai Sukawi dan istri melakukan jalan sehat di kelurahan tersebut. Setelah jalan sehat, keduanya didandani ala pengantin. Sukawi mengenakan jas hitam, sedangkan Sinto berkebaya. Padahal, sebelumnya keduanya mengenakan pakaian olah raga.

Untaian bunga melati dikalungkan di leher keduanya. Mereka pun didudukkan di panggung pada hall SD Sompok 1, 2, 3, 4. Lalu undian doorprize yang jumlahnya seratus lebih itu dilakukan.

Menurut keterangan beberapa orang dekat Wali Kota, pesta semacam itu akan berlanjut di tempat lain. Sukawi menyatakan tidak bisa menolak kemauan warga.

''Inginnya saya, nggak mengadakan ramai-ramai seperti ini, tetapi mereka justru yang mantu saya. Meskipun capek, terpaksa menuruti kemauan warga,'' tutur Sukawi sebelum meninggalkan SD tersebut. (Jamaludin Al Ashari-89b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA