logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 30 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Berkarier sebagai "The Real Mom"

MENJALANI kehidupan sepenuhnya sebagai ibu rumah tangga, bukanlah pilihan mudah bagi seseorang yang berpendidikan tinggi. Hal itu pula yang dialami dr Andyda Meliala, penulis buku "Anak Ajaib" yang sepenuhnya berkarier sebagai "the real mom" bagi dua putranya, Thimoty K Ginting (8) dan Jeremy K Ginting (2).

Gelar dokter yang diraihnya 1993 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), sejatinya membuka peluang lebar bagi Andyda untuk berkarier ke luar rumah. Namun, dokter yang sempat mengambil kuliah philosophy of degree (PhD) di Melbourne ini justru menghabiskan seluruh waktunya untuk anak-anak.

''Jangan dikira ini pilihan mudah. Saya butuh waktu lama untuk memutuskan jadi ibu rumah tangga,'' tuturnya usai peluncuran buku perdana Andyda, di Toko Buku Gramedia, Minggu (28/8).

Sebagai istri seorang staf IMF yang sering berpindah-pindah tugas, dari satu negara ke negara lain, Andyda harus siap menghadapi persoalan tumbuh kembang kedua putranya.

Istri Edimon Ginting yang kini bermukim bersama keluarga di Maryland, AS, ini juga tidak mengelak bahwa tuntutan tugas suaminya berpotensi menimbulkan persoalan bagi psikologis Thimoty dan Jeremy.

Demi kedua putranya pula, Andyda memutuskan berhenti kuliah pascasarjana di bidang interna. Namun, perempuan berdarah Batak kelahiran Yogyakarta itu, justru menemukan beragam keajaiban setelah memilih jadi ibu rumah tangga.

''Berkat menemani anak-anak, saya menjadi semakin mengerti bahwa anak-anak memiliki potensi kecerdasan ganda yang luar biasa. Dari mereka juga saya memperoleh semua inspirasi tentang metode latihan kecerdasan bagi anak-anak,'' ungkapnya.

Bertahun-tahun kemudian, Andyda mengaku belajar keras mendidik Thimoty dan Jeremy untuk menjadi manusia seutuhnya. Berbagai cara dia lakukan, termasuk menjalin komunikasi dengan para penggagas metode pendidikan dari seluruh dunia.

''Bahkan, setiap kali bertemu para orang tua, saya berusaha mengajak mereka berdiskusi tentang cara mendidik anak-anak,'' ujarnya.

Metode pendidikan "fun and love" (riang dan penuh cinta,red-) yang dia terapkan untuk Thimoty dan Jeremy berhasil mengasah kecerdasan ganda anak-anak itu. Kedua putranya pun tergolong istimewa.

Thimoty juara pertama anak berbakat tingkat nasional, kecerdasannya berada di atas rata-rata anak Amerika. Murid kelas III Garden College Elementary School itu juga mahir main piano, berenang, dan mudah bergaul.

Lantaran menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan anak, rekan-rekan Andyda menyarankan agar pengalaman itu dibukukan. Singkat kata, selama 1,5 bulan terakhir, Andyda ngebut menulis buku "Anak Ajaib".

Meski metodenya terbukti sukses mengantarkan Thimoty dan Jeremy menjadi anak seutuhnya, Andyda mengaku tidak ingin memaksakan pilihan hidup kepada keduanya.

''Biarlah anak-anak menentukan pilihannya sendiri. Saya hanya berhak dan bertanggung jawab atas proses pendidikan mereka. Toh anak adalah titipan Tuhan,'' tukasnya. (Ninik D-91b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA