| Senin, 30 Agustus 2004 | BANYUMAS |
Pengamanan Pasar Wage Diperketat
PURWOKERTO- Pengamanan lingkungan Pasar Wage Purwokerto pasca adanya upaya sabotase oleh orang tak bertanggungjawab untuk membakar pasar tersebut, Jumat (28/9) dini hari lalu, kini diperketat. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus mengintesifkan kegiatan patroli. Begitu pula pengamanan secara internal oleh pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W). Kepala Satpol PP Bambang Setiono dan Ketua P3W Suyatno saat dihubungi terpisah kemarin mengakui hal itu. Menurut Bambang, patroli sekarang lebih ditingkatkan. Pengamanannya juga diperketat. Kata dia, setiap hari ada sekitar 10 petugas yang terus melakukan patroli. Mereka berkeliling mulai dari pagi hingga malam memantau situasi pasar. Ini untuk mengantispasi kejadian serupa terulang lagi. ''Kalau kegiatan patroli sebenarnya sudah rutin, tetapi karena ada kejadian kini lebih diintensifkan,'' ujar Bambang. Seperti diberitakan (SM 29/8) Jumat lalu sekitar pukul 22.30 runtah atau sampah yang berserakan di sekitar sungai dan gorong-gorong yang melintas di bawah pasar dan pertokoan terbakar. Sampah-sampah tersebut disinyalir telah disiram bensin atau minyak, sebab apinya mudah menjalar. Pelakunya ingin memicu kebakaran dengan membakar pertokoan di sekitar pasar terlebih dulu. Setelah toko-toko tersebut terbakar diharapkan bisa merembet ke pasar. Namun upaya tersebut dapat digagalkan warga, petugas Satpol PP dan polisi. Sebelum terjadi kebakaran sudah ketahuan warga, sehingga api dapat dipadamkan dengan dua unit pemadam kebakaran Pemkab yang mengelontor air ke dalam sungai dan gorong-gorong tersebut. Ditemukan Langes Pasar Wage (blok C) 2 Mei lalu juga terbakar. Hasil analisis polisi saat itu, kebakaran juga disengaja karena dari salah satu los kosong ditemukan langes yang berasal dari minyak tanah. Namun sejauh ini pelakunya belum tertangkap. ''Dugaan sementara kami, pelaku mungkin menyulutkan puntung rokok dari salah satu lokasi yang ada runtahnya. Setelah ini kami juga akan berkoordinasi dengan dinas pengairan untuk membersihkan sungai bawah pasar,'' tambah Bambang. Sampai sekarang pelakunya juga belum bisa diidentifikasi. Petugas masih kesulitan karena tidak ada jejak yang ditinggalkan. Apalagi barang bukti yang menguatkan. Namun dugaan yang berkembang, pemicunya masih ada kaitan dengan persoalan yang |