SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 23 Agustus 2004

- Lagu kebangsaan ''Indonesia Raya'' dan linangan air mata. Memori Barcelona 1992 seperti tercetak ulang di Goudi Olympic Hall Athena dalam upacara pengalungan medali tunggal putra bulutangkis, Sabtu lalu. Dua belas tahun silam, tidak seperti biasanya Susi Susanti meluapkan kegembiraan dengan tangis haru. Taufik Hidayat juga mengekspresikannya dengan ungkapan yang sama.

- Kita prihatin mendengar kabar jumlah calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kota/kabupaten yang harus dibatalkan pelantikannya, bertambah. Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan, jumlah caleg bermasalah itu menjadi 102 orang. Sebelumnya Panwas Pemilu hanya melaporkan 92 orang caleg yang dianggap bermasalah karena berbagai sebab.

PIDATO Kenegaraan Presiden Megawati SoekarnoputrI tentang RAPBN 2005 beserta nota keuangannya di sidang paripurna DPR menyebutkan, dua sektor yang mendapat alokasi anggaran cukup besar dalam RAPBN 2005 ini adalah militer dan pendidikan. Masing-masing nilainya Rp 21,97 triliun dan Rp 21,50 triliun atau sebesar 8,29% dan 8,11% dari total belanja pemerintah pusat.

 

DALAM sebuah masyarakat suatu bangsa, generasi terus lahir bersama budaya dan teknologi yang diciptakannya. Tak seorang pun dapat mencegah fenomena ini. Dalam tulisan pendek ini, saya mengajak para orang tua, guru, dan tokoh panutan masyarakat untuk melakukan pemikiran reflektif terhadap perkembangan perilaku dan kebiasaan para generasi muda kita terkait dengan budaya dan teknologi yang digunakannya.

Dalam persaingan siaran radio swasta khususnya radio FM, sekarang masyarakat cukup selektif dalam memilih dan menikmati program yang disiarkan. Kebetulan Raden Mas FM salah satu radio siaran swasta yang cukup luas jangkauan siarannya dan banyak pendengarnya serta dibarengi program siaran khususnya musik dangdut atau campursari.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA