SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Senin, 23 Agustus 2004

JAKARTA-Soal calon investor asing dan lokal dalam divestasi Bank Permata masih menjadi perdebatan. Ekonom dari Universitas Paramadina, Aviliani, mengatakan kebijakan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang diberi tanggung jawab menjual Bank Permata bertentangan dengan regulasi Bank Indonesia (BI) yang tidak menghendaki investor lokal secara penuh.

 

PURWOKERTO-Jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) konvensional di wilayah eks Karesidenan Banyumas yang sekarang 81 dinilai sudah cukup. Kalau ditambah lagi maka akan membuat kondisi menjadi crowded (sesak-Red). ''Peluang membuka BPR di Banyumas masih ada, tetapi untuk BPR syariah. BPR konvensional sudah terlalu banyak,'' kata Mochtari,

 

SEMARANG-Bank Indonesia (BI) menyediakan uang dalam jumlah cukup menjelang pemilihan umum (pemilu) presiden putaran kedua 20 September nanti. ''Itu bukan peristiwa yang memerlukan persiapan khusus. BI belum perlu menambah uang kartal yang beredar,''

JAKARTA-Posisi kurs rupiah jika target inflasi 3% pada lima hingga tujuh tahun mendatang tercapai maka akan bergantung pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan AS, serta inflasi di negara itu.

KEADAAN bursa penak lalu stagnan. Kecenderungan kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia mendekati 50 dolar AS/barel merupakan awan yang menyelimuti bursa global, termasuk Bursa Efek Jakarta (BEJ).

CIANJUR-Direktur Utama Sigit Pramono yakin Oktober nanti proses divestasi 30% saham Bank BNI lewat secondary public offering bisa dilaksanakan. Diharapkan pekan ini DPR sudah memberikan persetujuannya.

SEMARANG-Beberapa pengusaha mebel di Semarang mendatangkan kayu dari Myanmar demi kelangsungan produksi. Impor bahan baku itu terpaksa dilakukan karena di dalam negeri sulit diperoleh dan kalaupun ada harganya sangat tinggi.

SEMARANG-PT PLN Distribusi Jateng siap memasok kebutuhan listrik rumah sederhana sehat (RSH) di Jateng dengan daya mulai 450 VA. Hingga sekarang dari kebutuhan listrik 13.000 rumah sederhana baru terlayani sekitar 30%-nya.

SOLO-Pemerintah diingatkan jangan terburu-buru menghentikan impor kedelai karena produksi petani dalam negeri belum mencukupi. Kalau produksi sudah mencukupi kebutuhan maka boleh saja pemerintah memproteksi kedelai melalui kebijakan tidak melakukan impor.

 

SEMARANG-Pasar elektronik di Jateng mencapai Rp 1 triliun lebih atau 11% dari total pasar nasional senilai Rp 12 triliun pada 2003. Tahun ini penjualan elektronik secara nasional diperkirakan naik menjadi Rp 13,5 triliun dan di Jateng tumbuh 30%.

SEBUAH event menarik bagi industri grafika bertajuk Prepress and Printing Expo 2004 yang digagas oleh Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jateng digelar 25 dan 26 Agustus 2004 di Hotel Patra Semarang. Kegiatan itu merupakan yang kali pertama digelar di provinsi ini.

AMBARAWA-Meski harus bersaing ketat dengan produk China dan Thailand, ekspor jamu merek Leo tumbuh cukup bagus. Dalam tiga tahun kuota ekspor ke Malaysia, Vietnam, Afrika Selatan, dan Nigeria naik 80%-100% tiap tahun.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA