logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

PWNU Jatim Tolak Rencana Kunjungan SBY

MALANG- Mengaku belum siap menerima kunjungan SBY sebagai salah satu capres dalam pemilu mendatang, PWNU Jawa Timur bersikeras menolak kedatangan SBY ke PWNU setempat. Alasannya, selain karena PWNU sudah mendukung Hasyim Muzadi selaku cawapres mendampingi Megawati Soekarnoputri, hal itu juga untuk menjaga agar masyarakat bawah tidak bingung.

Menurut Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Masduqie Mahfud, saat dihubungi di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang kemarin, penolakan itu juga untuk mencegah kemunculan pendapat yang mengatakan SBY sudah diterima oleh PWNU. "Lebih baik kedatangannya setelah pilpres putaran kedua. Kalau demikian tidak masalah. PWNU pun akan menerimanya" katanya.

Dia menyatakan, memang belum ada kepastian SBY akan mampir di PWNU Jatim. Namun menurut dia, lebih baik berjaga-jaga sejak dini. Sebagai catatan, pada 24 Agustus di Surabaya bakal dilangsungkan Forum Rektor Indonesia simpul Jatim yang digelar di Hotel Hyatt. Dalam acara itu dijadwalkan SBY akan hadir.

KH Masduqie Mahfud yang dikenal vokal itu mengaku, dukungannya terhadap Hasyim Muzadi memang secara lisan, bukan secara institusi.Dalam kesempatan itu dia pun menyatakan kekecewaannya atas sikap netral DPW PKB Jawa Timur dalam Pilpres Putaran Kedua 20 September mendatang. "Saya tidak habis mengerti, katanya netral, tapi arus besarnya di jajaran DPC-DPC malahan mendukung SBY-Kalla. Kata ketuanya (Choirul Anam-Red), PKB netral, tapi kenyataanya sampeyan pun sudah tahu dan mendengar keputusannya itu secara jelas" katanya.

Suara NU Tak Pecah

Sementara itu, cawapres Hasyim Muzadi saat menjadi pembicara dalam peringatan isra mikraj di Pondok Pesantren KH Murodi Mranggen, Kabupaten Demak kemarin mengharapkan suara warga NU yang terpecah pada putaran pertama pilpres dapat kembali disatukan. Jika pada putaran pertama terbagi ke kubu Mega-Hasyim, Wiranto-Gus Sholah, dan Hamzah-Agum, pada putaran kedua dapat bertemu dalam satu pintu.

Bersama Hasyim, hadir pula Rais Syuriah PWNU Jatim KH Masduki Mahfud, Ketua DPW PKB Jateng KH M Hanif Muslih Lc, Ketua Rais Syuriah NU Demak KH Zaini Mawardi, pengasuh ponpes KH Murodi, KH Kholik Murod, serta sejumlah kiai dan pejabat di kabupaten Demak.

''Saya tidak ingin NU terpecah karena pilpres. Pilpres memang mahal, tetapi kerukunan umat NU jauh lebih mahal,'' ungkap Hasyim di depan sekitar 1.200-an kiai dan santri.

Untuk menghindari perpecahan, Hasyim mengaku baru berani mendatangi kantong-kantong NU setelah dipastikan lolos ke putaran kedua, sementara dua tokoh NU lainnya tidak lolos. (nik, jo-78i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA