| Senin, 23 Agustus 2004 | PEMILU 2004 |
Gus Dur Joging Bareng SBYJAKARTA- Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjukkan sikap tidak memihak terhadap calon presiden (capres). Setelah bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, cucu pendiri NU tersebut kemarin joging bareng Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta dalam rangka peringatan HUT Ke-59 Proklamasi Kemerdekaan RI. Bahkan Gus Dur menyatakan, dirinya akan memperbanyak pertemuan dengan kedua pasangan capres dan cawapres, yaitu Megawati Soekarnoputeri dan Hasyim Muzadi serta SBY dan Jusuf Kalla. Artinya, dirinya tidak berpihak, demikian juga sikap PKB pada pilpres medatang. Seusai jalan santai, mantan Ketua Umum PBNU itu menyatakan, hingga kini partai yang didirkan warga NU itu belum menentukan sikap dukungan kepada salah satu pasangan dalam Pemilu Presiden Tahap Kedua 20 September mendatang. ''Belum, PKB tidak memihak mana pun,'' tegas Gus Dur di sela-sela acara jalan pagi bersama calon presiden dari Partai Demokrat itu, di kompleks Green Garden, Minggu (22/8). Gus Dur juga membantah kesediaannnya menerima undangan SBY dan Mega itu sebagai bentuk dukungan. Dia menegaskan, PKB tetap pada sikapnya untuk tidak memilih pasangan capres-cawapres mana pun pada pemilu presiden putaran kedua. ''Perhatikan saja pidato saya saat mukernas nanti, kami PKB tidak memilih mana pun, meski juga bukan musuh mana pun.'' Seperti diberitakan sebelumnya, Gus Dur pun bertemu calon presiden dari PDI-P Megawati Soekarnoputri di Pura Besakih Bali. Dia juga menyatakan sikapnya itu diambil untuk tidak membatasi diri bertemu dengan siapa pun, termasuk kedua pasangan capres-cawapres yang ada. Meski demikian, Gus Dur menolak sikapnya itu dianggap netral. ''Saya itu jangan dibilang netral. Yang tepat, tidak memihak siapa pun.'' Turuti Nasihat SBY menyatakan dalam dengan Gus Dur dirinya tidak membahas kesepakatan politik. Sebab pembicaraannya, kata dia, hanya bersifat kekeluargaan. ''Saya berjanji akan menuruti nasihat Gus Dur untuk selalu dekat dengan rakyat,'' ujar SBY. Dia juga mengakui saat ini pembicaraan dengan pimpinan PAN dan PKS sudah mengarah positif. Dia mengharapkan, sebelum jadwal pemungutan suara, koalisi lima partai sudah terbentuk. ''Bagi saya yang dinamakan koalisi itu harus berangkat dari kesadaran dan kehendak bersama untuk mengelola kehidupan bernegara,'' ungkap SBY. Jalan santai yang juga diikuti ratusan anggota masyarakat Jakarta Barat itu cukup meriah. Gus Dur tiba di Green Garden pada pukul 06.10 bersama putrinya, Zannuba "Yenny" Arifah Hafsoh. Sementara itu SBY datang pada pukul 06.20. Dengan pakaian olahraga Gus Dur dan SBY bergandengan tangan berjalan sekitar kompleks. Acara jalan santai tersebut dimulai pada pukul 06.30. Gus Dur dan SBY mengikuti jalan santai bersama para warga menyusuri boulevar di kompleks Green Garden. Acara itu diselenggarakan oleh warga kompleks dalam rangka perayaan HUT Ke-59 Kemerdekaan RI. Setelah jalan santai, Gus Dur dan SBY berdialog dengan warga setempat. Tentu saja, keduanya juga akan saling berbicara soal kemungkinan dukungan PKB kepada pasangan SBY-Kalla. (di-69i) |