| Senin, 23 Agustus 2004 | PANTURA |
PRT Bekerja 2 Bulan, Pulang Stres
PEMALANG - Gadis yang selama ini dikenal periang bernama Janatun (15) warga Desa Sikucing, Kecamatan Moga, Pemalang , Sabtu lalu tiba-tiba pulang ke desa. Dua bulan yang lalu dia meninggalkan desa untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Namun kali ini dia tak seperti biasanya.Atun (panggilannya) tak mau diajak bicara, dia hanya diam saja, sedang sorot matanya terlihat kosong. Diduga dia mengalami trauma karena tindak kekerasan terhadap dirinya. Namun belum diketahui secara jelas siapa pelakunya. Ayah gadis itu Sutachril (38) didampingi perangkat desa sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Moga . Dia tidak tahu kenapa anaknya seperti itu. Tiba-tiba sikapnya seperti orang linglung dan ketakutan. Tidak bisa diajak bicara walaupun sadar dan mata terbuka. Rambutnya yang dulu panjang hingga pinggang kini dipotong pendek sebahu. Diceritakan, anak gadisnya itu pergi meninggalkan rumah pada Juni lalu. Dia pergi diajak Maun (50) warga desa yang sama. Katanya akan diajak bekerja sebagai pembantu rumah tangga di daerah Poso Tegal. Sutachril mengizinkan karena anak Maun juga bekerja di tempat yang sama sudah 8 bulan. Setelah berjalan sekitar dua bulan Sabtu lalu pukul 09.00 tiba-tiba anaknya pulang ke rumah. Anaknya pulang naik ojek dan dipegangi oleh seorang calo bus. Kata penarik ojek anak gadisnya itu turun dari bus jurusan Tegal. Dalam Perawatan Menurut Sutachril, ketika pulang anaknya itu membawa tas berisi pakaiannya dan sebuah amplop berisi uang Rp 100.000. Mungkin uang tersebut adalah hasil dia bekerja selama dua bulan. Janatun kini dirawat di RSI Moga. Namun kondisinya belum pulih juga. Perawat rumah sakit dan dr Umaroh yang memeriksanya belum dapat memberikan kesimpulan tentang sakit yang dideritanya. "Kami baru memeriksa kesehatannya secara umum. Suhu badannya tinggi di atas normal, yakni 39 derajat celcius. Sedangkan kondisi fisiknya lemah belum bisa diajak bicara," kata dr Umaroh. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kapolsek Moga Iptu Sukono mengatakan, peristiwa yang menimpa pembantu rumah tangga itu terjadi di Tegal. Pihaknya telah menerima laporan korban dan disarankan agar hal itu dilaporkan juga ke wilayah hukum di Tegal.(sf-34) Kronologi Peristiwa * 27 Juni 2004, Maun (50) warga Desa Sikucing, Kecamatan Moga, Pemalang disuruh majikan anaknya di Tegal mencarikan seorang pembantu rumah tangga (PRT) * 30 Juni 2004, Maun mengantar Janatun (15) ke Tegal ke rumah majikan anak Maun. * 20 Agustus 2004, Janatun pulang diantar ojek dan calo bus di terminal Moga Keadaannya sudah stres tak bisa diajak bicara. |