logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 PANTURA
Line

Nekat, Dua Penjual Kupon Putih Ditangkap

BREBES - Dua pengepul judi ini terbilang nekat. Meski Kapolda dengan tegas akan memberantas tuntas perjudian, mereka tetap saja menjual kupon Singapura. Polisi pun tanpa ampun meringkus keduanya.

Kedua tersangka itu adalah Himan (23) warga Kelurahan Gandasuli dan Subur Suwantoro (31) warga Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes.

Keduanya ditangkap Satuan Reskrim Polres Brebes di rumah masing-masing saat sedang menggelar "dagangannya." Dari tangan mereka disita barang bukti berupa lembaran kupon judi, sejumlah uang, serta kertas ramalan.

Kapolres AKBP Drs Bambang Purwanto SH MSi melalui Kasatreskrim AKP M Ngajib SIK kemarin mengatakan, kedua pengepul tersebut tertangkap basah di siang hari.

Penangkapan berawal dari laporan warga mengenai masih adanya praktik perjudian kupon putih. "Pada saat-saat tertentu, para petaruh berkumpul di rumah mereka menunggu pembukaan," kata Ngajib.

Keberadaan penjual kupon putih semula terkesan tidak tersentuh aparat. Hal ini membuat geram warga sekitar. Apalagi selama ini polisi tiada henti-henti membasmi praktik perjudian.

Mereka akhirnya melaporkan ke polisi. Penggerebekan sengaja dilakukan siang hari, karena biasanya pada jam-jam tersebut ramai dikerumuni petaruh.

" Benar saja, melihat polisi datang para petaruh kontan lari tunggang langgang. Namun, petugas berhasil menangkap pemilik rumah yang kebetulan sebagai penjual.

Salah seorang tersangka, Himan mengaku, nekat berjualan kupon Singapura karena tidak mempunyai pekerjaan lain. "Selama ini penghasilan saya cuma dari jualan togel. Kalau saya berhenti mau kerja apa," ujar dia.

Sebelum menjadi pengepul kupon Singapura, dia berjualan kupon kuda lari, karena kuda lari ditutup terpaksa dia beralih ke kupon Singapura. Diungkapkan, setiap hari dia membuka satu putaran undian.

Dalam setiap putaran, dia memperoleh uang sekitar Rp 1,5 juta, kemudian disetorkan ke bandar utama melalui seorang kurir. Sementara itu, dia memperoleh komisi 20 persen. Himan tidak mengetahui dimana dan siapa bandar kupon Singapura itu.

Tersangka lain, Subur mengatakan, sudah lama berjualan kupon Singapura. Sebelumnya, dia juga menyambi berjualan kupon kuda lari. Sebelum togel kuda lari ditutup, omsetnya per hari Rp 5 juta.

Namun, sejak operasi perjudian gencar dilakukan aparat, penghasilannya menurun drastis. Meski demikian dia mengaku memperoleh penghasilan cukup besar. "Ya lumayan sekitar Rp 300.000 per hari," tutur dia. (on-42b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA