logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Rebana Polres Kendal

Semula Spontan untuk Amal

LAYAKNYA biduan dan pemusik profesional, sepuluh anggota grup rebana Ditra Bhayangkari Polres Kendal beraksi penuh percaya diri. Kendati dalam balutan kesederhanaan, adonan musik dan tembang-tembang agamais yang didendangkan para istri anggota Polri itu mengalir rancak.

Begitulah penampilan mereka pada hari kedua Pekan Seni dan Promosi Pembangunan (PSPP) Kabupaten Kendal, Jumat (20/8).

Keberhasilan mengatasi diri itu pun berbuah. Terbukti, penampilan mereka mampu membetot perhatian ratusan penonton yang duduk dan berdiri "rapi" di depan panggung.

Kesan "aman dan guyub" itu boleh jadi tak akan terlihat saat berlangsung pentas dangdut ataupun pergelaran musik keras.

Hampir semua pengunjung yang hadir pada acara tahunan untuk memeriahkan 17-an itu tersedot untuk bersantai ria menikmati musik yang didominasi warna rebana itu. Maklumlah, bagi masyarakat pesisir, nada rebana sudah begitu akrab di telinga. Karena itu, selama 30 menit mereka nyaris tak beranjak dari tempat itu.

Biduan rebana yang terdiri atas Sri Wahyuni (kibor) dengan penembang dan penabuh Puji Astuti, Zeinah, Hafidatul Kamariyah, Siswi Maharani, Nining, Pipit, dan Kuriah menyuguhkan lima tembang tanpa jeda. Berturut-turut "Hiba", "Almadat", "Perdamaian", "Amadin", dan "Bismillah".

"Grup kasidah ini dibentuk secara spontan, sekitar tiga bulan lalu. Masih relatif muda untuk sebuah kelompok musik. Namun karena merasa telah ada kekompakan, kami memberanikan tampil di pentas terbuka seperti ini. Semoga nanti dapat tampil pada acara-acara sosial dan kegiatan amal. Sebab, tujuan terbentuknya kelompok musik para istri anggota Polri bukan untuk komersial," ungkap pendiri sekaligus pembinanya, Ny Hj Diah Kusumastuti Syukrani, di sela-sela pentas.

Latihan Rutin

Istri Kapolres Kendal AKBP Drs H A Syukrani itu menjelaskan, pilihan terhadap musik kasidah semata-mata karena ada potensi pada ibu-ibu anggota Bhayangkari. "Ternyata sebagian besar pandai mengaji. Pengajian rutin kami laksanakan setiap minggu, lalu kami berpikir untuk membuat kegiatan positif lain."

Akhirnya, kata wanita asal Bandung yang murah senyum itu, terbentuklah grup musik itu. "Sejak dibentuk, seminggu dua kali anggota grup latihan. Saya selalu menyempatkan diri mengikuti latihan. Mendengar musik kasidah, hati ini rasanya tenang."

Setelah grup Ditra Bhayangkari tampil, grup rebana Asy-Syafi Pemkab Kendal pimpinan Kamaludin juga unjuk gigi. "Grup Syafi terdiri atas pemain rebana dari semua kecamatan se-Kendal. Berdiri sejak 1987." (Setyo Sri Mardiko-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA