logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 SEMARANG
Line

45 Sepeda Motor DPRD Harus Dikembalikan

  • Akan Dilaporkan ke KPK

GROBOGAN- Sejumlah elemen masyarakat menilai fasilitas negara yang diberikan kepada anggota DPRD Grobogan untuk keperluan tugas, seharusnya segera dikembalikan begitu purna bhakti.

Begitu juga dengan 45 unit sepeda motor yang dijadikan sebagai sarana transportasi selama mereka menjabat anggota Dewan Grobogan.

"Seharusnya sepeda motor Dewan itu dikembalikan lagi kepada negara, sebab mereka sudah tidak menjadi anggota Dewan. Bukankah kendaraan itu diberikan untuk sarana transportasi saat mereka masih dinas?" kata Koordinator Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat (Forkom) Kabupaten Grobogan M Sirajuddin SH, kemarin.

Sebagaimana dikabarkan, sebanyak 45 sepeda motor yang selama ini menjadi kendaraan inventaris DPRD Grobogan "menghilang". Seorang sumber mengatakan, sepada motor tersebut hingga kini masih dibawa oleh beberapa anggota Dewan lama (periode lalu) dengan status dipinjamkan.

Wakil Sekretaris DPW PAN Jateng Rachmatullah mempertanyakan soal "menghilangnya" kendaraan tersebut. Untuk itu, pihaknya akan meneliti permasalahan tersebut. "Apabila tidak memenuhi ketentuan yang ada, maka akan kami laporkan ke KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi)," katanya.

Anggota DPRD Grobogan HM Suratmoko mengatakan, sepeda motor tersebut memang harus dikembalikan karena merupakan aset negara. Dia juga mempertanyakan status peminjamnya.

"Kalau dipinjamkan, lalu status peminjamnya itu sebagai apa? Jika dikembalikan, sepeda motor itu bisa digunakan sebagai sarana tranportasi Dewan yang baru. Sebab, bagi kami kendaraan dinas, baik mobil maupun sepeda motor tak harus baru. Kalaupun Pemkab punya dana, sebaiknya digunakan untuk pembangunan." Terpisah, Kabag Humas Pemkab Grobogan H Maryono HI SSos mengatakan, soal sepeda motor tersebut pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Setwan. "Apabila itu dipinjam, maka akan ditarik kembali," ujarnya.

Soal pengadaan kendaraan yang dianggarkan dalam perubahan APBD 2004, dia mengatakan, sebenarnya itu bukan pengadaan sepeda motor melainkan mobil. "Itu pun sepertinya jumlahnya tidak 45 unit," ujarnya. (H3-84r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA