| Senin, 23 Agustus 2004 | SEMARANG |
Pulang Kontrol, Tas Lusiani DicopetSEMARANG- Tak hanya penumpang angkot saja yang selama ini sering menjadi sasaran aksi kejahatan pencopet. Penumpang bus DAMRI juga menjadi lahan empuk sasaran mereka. Peristiwa terakhir terjadi pada Sabtu (21/8), menimpa seorang pedagang jagung dari Boyolali. Korban bernama Lusiani (42), warga Paras, Cepogo, Boyolali itu harus "merelakan" dompetnya berisi Rp 342.000 dan KTP disikat pencopet. Kemarin, dia melapor ke Polwiltabes Semarang. Lusiani menuturkan, nasib nahas yang dialaminya itu terjadi saat dia dalam perjalanan pulang seusai dengan kontrol kesehatan di RS Dokter Kariadi lebih kurang pukul 11.30. Pedagang kecil itu baru saja memeriksakan telinganya yang dioperasi beberapa bulan sebelumnya. Saat naik bus DAMRI dari depan Kariadi hingga Kaliwiru, korban mengaku tidak curiga sedikit pun dengan beberapa penumpang di dekatnya. Namun alangkah kaget dia begitu sampai di Kaliwiru, dompetnya ternyata telah hilang. "Waktu itu saya mau menyiapkan uang untuk ongkos bus ke Boyolali. Ternyata ritsleting tas saya yang semula tertutup sudah terbuka separo," ujarnya memelas. Dia menduga ritsleting itu dibuka pencopet. Pelaku diduga memanfaatkan situasi bus yang penuh sesak. Belasan penumpang termasuk Lusiani terpaksa berdiri. Tas digantungkan di bahu kiri. Tangan kanannya berpegangan pada besi gantungan bus. Sadar semua uang bekalnya raib, Lusiani segera mengadu ke pos polisi Kaliwiru. Seorang polisi yang berbaik hati mengantarnya ke tempat pemberhentian dan meminta seorang pengemudi bus untuk membawanya hingga Boyolali secara gratis. (G3-91j) |