logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Gerombolan Bercelurit Mengamuk, 7 Luka

  • Dua Kampung Nyaris Tawur

SEMARANG BARAT-Tujuh orang luka-luka akibat dibacok sekelompok pelaku bersenjata celurit dan parang di dua tempat terpisah, Sabtu (21/8) malam dan Minggu (22/8) dini hari.

Meski kejadiannya mirip, dua peristiwa itu tidak saling berkaitan. Para pelaku telah teridentifikasi, tetapi hingga kini belum satu pun yang tertangkap.

Satu dari dua peristiwa pembacokan di Jl Srinindito Raya, nyaris memicu tawur warga. Bentrokan antarmassa dapat dihindarkan setelah polisi terjun ke lokasi dan mengamankan situasi.

Kejadian bermula ketika sekelompok pemuda warga Jl Srinindito, Kelurahan Ngemplak Simongan yang sedang duduk-duduk di depan sebuah musala diserang beberapa lelaki tak dikenal, Sabtu sekitar pukul 00.30. Menurut sejumlah saksi, pelaku berjumlah enam orang dan berboncengan tiga sepeda motor.

Mereka datang secara tiba-tiba dan langsung membacokkan celurit dan parang ke arah para korban secara membabi buta. Akibatnya, empat orang luka-luka serius. Mereka adalah Rahmat Fauzi (16), Raga Priyo Setyawan (19), Rangga Atmaja (18), dan Eri Listianto (20), semuanya tinggal di Jl Srinindito.

Pelaku Kabur

Serangan itu berlangsung sangat cepat. Setelah melukai korban, para pelaku kabur. Puluhan warga yang mengetahui keributan itu keluar rumah dan mengejar pelaku, tetapi tak berhasil. Keempat korban dibawa ke RS Dr Kariadi, tetapi keesokan paginya sudah diperbolehkan pulang.

Kejadian itu hampir saja memicu keributan yang lebih besar. Sebab teman-teman korban yang merasa tidak terima berniat menggeruduk ke Gisikdrono, tempat para pelaku diperkirakan tinggal. Bentrokan dapat dihindarkan setelah puluhan anggota Satuan Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Semarang Barat dan Polsek Kalibanteng diterjunkan untuk memblokir jalan-jalan keluar masuk lokasi.

Kapolres Semarang Barat AKBP Mukhlis AS dan jajarannya menemui tokoh masyarakat setempat dan menenangkan warga yang emosi.

Hingga Minggu petang, suasana di sekitar Jl Srinindito masih tampak tegang.

Beberapa polisi terus disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak diinginkan.

Hingga kini penyebab kejadian itu belum diketahui secara pasti. Keterangan sejumlah warga menyebutkan, pembacokan dipicu oleh perebutan gadis oleh dua pemuda dari kedua kubu. Tetua kedua kampung tersebut sedang berupaya menyelesaikan permasalahan itu secara damai.

Diperas

Sekitar lima jam sebelumnya, pembacokan juga terjadi di perempatan lampu merah Jl Madukoro. Tiga orang luka-luka akibat diserang sekelompok orang berboncengan sepeda motor yang juga bersenjata celurit dan parang.

Ketiga korban yakni Taufik (26) warga Jl Wologito Tengah II, Kelurahan Kembangarum, Ngaliyan; Narmin (25), tinggal di Bandarharjo RT 4 RW 1, Semarang; dan Irwan Kushendarto (23), warga Jagalan Banteng, Semarang Tengah. Mereka kini dirawat di RS Dr Kariadi.

Peristiwa itu diduga dipicu oleh pemerasan sejumlah preman terhadap sopir truk yang mangkal di sekitar Jl Madukoro. Salah seorang sopir bernama Yani (40) mengaku sekitar pukul 20.00 dipalak beberapa lelaki tak dikenal ketika hendak menuju tempat parkir truk di Jl Madukoro.

"Saya dimintai Rp 20.000. Karena tidak punya, saya hanya memberi Rp 5.000. Namun mereka tidak terima dan mengamuk," ujar Yani.

Dia mengaku dihajar sedangkan truknya dirusak. Yani pun menyelamatkan diri dan mengadu ke teman-temannya.

Rekan-rekan korban pun tidak terima. Mereka lantas menyerbu ke warung di dekat perempatan lampu merah, tempat para pelaku pengeroyokan nongkrong.

Tiga dari sekitar sepuluh orang yang diduga menganiaya Yani terkena bacokan. Adapun pelaku lainnya lari tunggang langgang. Identitas para pembacok telah diketahui dan kini dalam pengejaran polisi. (G3-64i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA