| Senin, 23 Agustus 2004 | KEDU & DIY |
Dor... Dor...Preman dan PSK "Digaruk"WONOSOBO--Dalam upaya meningkatkan keamanan dan rasa nyaman masyarakat, tim gabungan Polres Wonosobo melaksanakan operasi pekat. Dalam operasi di sekitar pasar darurat dan bekas lokalisasi Tegalarum Wonosobo itui, polisi menyita 47 botol minuman keras, serta menangkap lima preman dan empat wanita penjaja seks komersial (PSK).(P55-20a) Tewas Usai Panjat Pinang KEBUMEN--Pranoto alias Jendol (37), lelaki warga Kelurahan Plarangan RT 6 RW 2, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Sabtu petang tewas setelah mengikuti panjat pinang di halaman kantor kelurahan. Diduga, lelaki itu kelelahan dan langsung pingsan, setelah mengikuti lomba meramaikan HUT ke-59 RI tersebut. Panitia yang memanggilnya untuk melanjutkan lomba panjat pinang terkejut, setelah menjumpai lelaki itu tidak sadarkan diri. Dia segera dibopong oleh warga ke balai kelurahan, dan selanjutnya dikirim ke Puskesmas Karanganyar, namun jiwanya tidak tertolong. Sebab setiba di puskesmas, ia sudah meninggal dunia. Kejadian tersebut segera dilaporkan panitia ke Polsek dan Camat Karanganyar. (B3-20a) Tewas Terlindas Bus BOROBUDUR--Menyalip dari kiri, Fredy Riyadi Rastomo (19), penduduk Banjarsari, Windusari, Kabupaten Magelang, yang mengendarai sepeda motor Suzuki AA-2663-DB tewas terlindas ban belakang bus Mustika AA-1462-AA. Peristiwa itu terjadi Jumat (20/8), sekitar pukul 16.00 WIB, di jembatan Blondo, Mungkid. Bus yang dikemudikan Suroso (35), penduduk Tamanagung, Muntilan dan sepeda motor itu berjalan searah dari Magelang menuju Muntilan. Mendekati jembatan Blondo, korban menyalip bus dari sebelah kiri. Ternyata, di depannya terdapat sebuah patok, sehingga ia mengerem sepeda motornya secara mendadak. Sepeda motor oleng, lalu bersama pengemudinya jatuh ke kanan, dan tak lama kemudian terlindas ban belakang bus. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.(P60-20a) |