logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 INTERNASIONAL
Line

Ledakan di Bangladesh Tewaskan 17 Orang

DHAKA - Polisi bersenjata berpatroli di jalan-jalan ibu kota Bangladesh dan lalu lintas lengang Minggu kemarin, yang merupakan hari kerja, ketika warga Bangladesh dikejutkan oleh ledakan granat yang menewaskan sedikitnya 17 orang.

Paling tidak tujuh granat dilemparkan ke sebuah pawai Sabtu lalu. Pawai tersebut diikuti oleh lebih dari 3.000 pendukung Partai Liga Awami (oposisi). Ketujuh granat tersebut melukai sekitar 150 orang, termasuk pemimpin senior partai.

Para pemimpin partai mengatakan, serangan itu mengincar ketua partai Syekh Hasina Wajed, yang juga mantan PM. Saat ledakan pertama terjadi, dia baru saja mengakhiri pidatonya dan akan turun dari sebuah truk yang digunakan sebagai mimbar.

Dia berhasil menyelamatkan diri, meski menderita luka ringan pada tangannya, kata fungsionaris partai.

"Penyidikan sedang dilakukan. Jumlah korban tewas 17 orang dan menurut laporan berbagai rumah sakit, lebih dari 150 lainnya luka-luka," kata pejabat polisi kepada Reuters, ketika para pemimpin pemerintah menyerukan persatuan.

Sulut Kemarahan

Serangan granat dalam pertemuan tersebut, yang dilakukan di ruas jalan di luar markas Partai Liga Awami, menyulut kemarahan di beberapa kota Bangladesh, Sabtu lalu, termasuk di Dhaka tempat para pendukung membakar beberapa mobil.

Dilaporkan, ketegangan meningkat di sejumlah kota Bangladesh, kemarin.

Liga Awami telah menyerukan aksi mogok nasional selama dua hari, Selasa dan Rabu. Namun banyak kantor, toko, dan sekolah ditutup kemarin di kota pelabuhan Chittagong, daerah industri Khulna, dan di Sylhet, Bangladesh timurlaut.

Para pendukung partai juga memblokade jalan raya dan jalan tol di beberapa tempat.

"Pemogokan itu berlanjut dan pihak-pihak berwenang telah menempatkan Pasukan Penyerbu Bangladesh untuk menjaga ketertiban. Namun kekerasan tidak terjadi," kata perwira polisi di Chittagong. Pasukan Penyerbu Bangladesh adalah tentara pelindung perbatasan negara itu.

Aktivitas Dhaka terganggu karena banyak bus tidak beroperasi dan beberapa sekolah ditutup.

Sabtu malam lalu, para pakar bahan peledak menemukan dua granat aktif. Kedua granat itu kemudian diledakkan secara terkendali.

Bangladesh telah diguncang oleh gelombang ledakan bom dalam beberapa bulan terakhir. Namun polisi hanya membuat sedikit kemajuan dalam melacak para pelaku peledakan.

Para pengamat politik belum mengetahui dengan pasti alasan serangan-serangan tersebut dan siapa yang melakukannya.

Mei lalu, sebuah bom meledak di Sylhet, menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 50 lainnya, termasuk Komisaris Tinggi Inggris. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA