| Senin, 23 Agustus 2004 | INTERNASIONAL |
AS Hancurkan Perdamaian TimtengRAMALLAH - Palestina, Minggu kemarin, menuduh Amerika telah menghancurkan proses perdamaian Timur Tengah setelah Washington mengisyaratkan dapat menerima pembangunan rumah di permukiman Israel di Tepi Barat. Sampai saat ini, AS meminta pembekuan pembangunan di wilayah yang diduduki pada Perang Timur Tengah 1967 dan dianggap ilegal oleh sebagian besar dunia - meskipun Israel mempersengketakan hal itu. Namun Pemerintahan Bush mengisyaratkan sikap luwes Sabtu lalu tentang pembangunan terbatas di permukiman Tepi Barat untuk membantu PM Israel Ariel Sharon ketika dia berusaha memenangi rencana untuk mengosongkan permukiman Yahudi di Gaza. "Saya tidak percaya bahwa Amerika kini menyatakan permukiman bisa diperluas. Hal itu menghambat dan menghancurkan proses perdamaian," kata PM Palestina Ahmad Korei. Palestina, yang khawatir pengosongan permukiman di Gaza adalah samaran untuk memperkuat cengkeraman Israel di Tepi Barat yang lebih luas, mengatakan AS telah merobek-robek "peta jalan" perdamaian yang didukungnya. Rencana utama bagi pendirian negara Palestina itu macet akibat kekerasan. Seorang pejabat senior Pemerintah AS, yang berkomentar tentang rencana Israel untuk membangun 1.000 lagi rumah untuk para pemukim, mengatakan Sabtu lalu: "Ada semacam sikap luwes dalam rencana itu." Walaupun Gedung Putih membantah ada perubahan resmi sikap AS, seorang pejabat mengatakan berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengklarifikasi dengan Israel "aktivitas permukiman" apa yang dimaksud. Untungkan Bush Berdasarkan pemahaman baru ini, para pejabat mengatakan Washington dapat menyetujui pembangunan baru asal tidak dilakukan di luar batas-batas permukiman yang ada, yakni bagian-bagian Tepi Barat yang tidak dibangun. Sumber senior Israel menyebutkan, ada pemahaman yang jelas bahwa AS berusaha membantu Sharon untuk mendorong rencananya "melepaskan diri" dari konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun dengan Palestina. "Penting bagi Sharon untuk meloloskan rencana tersebut. Dia membutuhkannya bagi rakyat Israel dan partainya. Amerika memahami hal itu," kata sumber senior itu. Sikap menerima pembangunan terbatas dalam wilayah permukiman Israel bisa juga menguntungkan Presiden George W Bush, yang tidak mau membuat marah pemilih Yahudi-Amerika yang mendukung permukiman dan pendukung konservatif lainnya menjelang pemilihan presiden November mendatang. Upaya sepihak Sharon mencakup pemindahan 8.000 pemukim dari Gaza dan empat dari 120 permukiman di Tepi Barat pada akhir tahun depan. Tepi Barat dihuni oleh lebih dari 230.000 pemukim. Perubahan sikap AS tersebut tidak mampu menyelamatkan Sharon dari kekalahan yang memalukan pekan lalu oleh anggota Partai Likud yang berhaluan kanan. Para anggota Likud menolak kemungkinan koalisi dengan Partai Buruh, yang akan mempermudah pelaksanaan pemindahan permukiman Yahudi tersebut. Kaum garis keras di Likud, yang telah lama menentang penyerahan wilayah, mengatakan penyerahan Gaza akan menjadi "hadiah bagi terorisme Palestina". Sumber-sumber Israel menyebutkan, Sharon kini akan melakukan kontak-kontak untuk membentuk koalisi dengan partai-partai ultra-ortodoks Yahudi, tetapi dia mungkin membujuk Partai Buruh kelak. Pemimpin Buruh Shimon Peres mengabaikan seruan yang dia buat pada awal pemilu setelah Likud menolak Buruh bergabung dalam pemerintahan.(rtr-ben-46) |