| Senin, 23 Agustus 2004 | INTERNASIONAL |
Bentrok Dekat Najaf 40 Orang Irak TewasBAGDAD - Paling tidak 40 orang Irak tewas Sabtu lalu dalam bentrokan sengit di dekat kota Najaf, Irak selatan, tempat milisi Syiah terlibat dalam ketegangan dengan pasukan pimpinan AS, kata Kementerian Dalam Negeri Irak, Minggu kemarin. Seorang pejabat kementerian itu mengatakan, pasukan AS telah bertempur di dekat Kota Kufa, salah satu kota tempat milisi Syiah yang setia pada ulama Moqtada al-Sadr mengobarkan perlawanan bulan ini. Pejabat itu menambahkan, korban tewas tersebut adalah anggota Tentara Mahdi dan warga sipil. Sementara itu, pesawat AS kemarin melancarkan serangan baru di Kota Najaf, setelah perundingan tentang penyerahan kendali masjid berkubah emas - yang berlangsung di tengah pengepungan selama 18 hari - berantakan. Pesawat militer AC-130 melancarkan tembakan meriam pada posisi-posisi para pejuang Syiah yang setia kepada Al-Sadr, kata saksi mata Reuters. Bom Mobil Menjelang siang, kota di Irak selatan itu relatif tenang. Namun di utara Bagdad, sebuah bom mobil meledak di dekat konvoi yang membawa para pejabat Irak, di sekitar Baquba. Serangan bom mobil tersebut menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya, kata pejabat polisi. Serangan-serangan di Najaf Sabtu malam membuat daerah itu diwarnai berkas-berkas sinar tembakan senjata mesin atau meriam. Asap membumbung di atas kota kuno tersebut, dekat posisi-posisi para pejuang Syiah. Berkas sinar tembakan terlihat di pinggiran Kota Najaf tersebut. Kekerasan itu menyusul sehari yang relatif tenang saat para negosiator berupaya mengakhiri perlawanan muslim Syiah pimpinan Sadr. Kekerasan tersebut menyebabkan harga minyak dunia melonjak sampai rekor yang tertinggi. Meskipun ada tawaran dari Sadr untuk menyerahkan Masjid Imam Ali kepada otoritas ulama Syiah, milisi radikal tetap bersikeras menguasai kompleks masjid itu dan lorong-lorong menuju ke tempat itu. Perlawanan tersebut, yang menewaskan ratusan orang dan menyulut bentrokan senjata di tujuh kota lainnya, merupakan tantangan terberat bagi pemerintahan sementara pimpinan PM Iyad Allawi, yang mengambil alih kedaulatan dari pendudukan pimpinan AS dua bulan lalu. Perundingan Berlanjut Pengambilalihan masjid itu oleh pasukan keamanan dapat membuat marah muslim Syiah yang mayoritas di Irak dan semakin mengacaukan negara itu menjelang pemilu yang dijadwalkan Januari mendatang. Masjid tersebut merupakan salah satu tempat paling suci kaum Syiah di Irak. Pelaku bom mobil di dekat Baquba, basis perlawanan anti-Amerika, tampaknya mengincar Ghasan al-Ghadren, wakil wali kota Baquba, kata polisi. Pejabat itu lolos dari maut. Perundingan-perundingan antara wakil-wakil Al-Sadr dan otoritas puncak muslim Syiah berlanjut dengan pandangan untuk menyerahkan tempat suci itu kepada Ayatollah Ali al-Sistani, kata pembantu dekat Sadr. Perundingan itu dimaksudkan untuk mencari jalan keluar dari ketegangan di Najaf. Sistani, ulama Syiah paling berpengaruh di Irak, sedang berada di London untuk memulihkan kesehatannya setelah menjalani operasi jantung. Dia biasanya tinggal di Najaf. Namun Ali Smeisim, pembantu Sadr, mengatakan perundingan itu terhambat oleh permintaan pihak Sadr agar Sistani mengirim delegasi untuk mengambil barang-barang inventaris, seperti permata, benda keramat, dan karpet. (rtr-ben-46) |