| Senin, 23 Agustus 2004 | EKONOMI |
Jamu Leo Mengembangkan Pasar Ekspor ke BelandaAMBARAWA-Meski harus bersaing ketat dengan produk China dan Thailand, ekspor jamu merek Leo tumbuh cukup bagus. Dalam tiga tahun kuota ekspor ke Malaysia, Vietnam, Afrika Selatan, dan Nigeria naik 80%-100% tiap tahun. Angka itu melebihi pertumbuhan rata-rata produk Leo yang per tahun berkisar 20%-30%. Dalam waktu dekat perusahaan yang awalnya beroperasi sebagai industri rumahan pada 1943 itu akan mengembangkan pasar ke Belanda. "Tinggal menunggu izin dari pemerintah. Permintaan jahe wangi dan minyak telon untuk konsumen di Negeri Kincir Angin itu sudah siap dikirim," ujar Herman Hartono, Direktur PT Leo Agung Raya di sela-sela pengambilan gambar iklan yang dibintangi model kondang Arzeti Bilbina, Sabtu lalu. Dibandingkan dengan dua negara yang juga menjadi pesaing industri mebel kita itu, lanjut dia, kendala ekspor jamu Indonesia lebih besar. Untuk memasuki pasar baru harus bekerja keras meyakinkan konsumen produknya tidak bercampur zat kimia. "Masalahnya, citra jamu Indonesia di luar negeri adalah pasti bercampur dengan zat kimia. Jadi tidak semua negara mau menerima," jelasnya. Pabriknya yang sebentar lagi meluncurkan pengencang payudara saat ini memproduksi sekitar 120 item jamu dan 20 item kosmetik. (rei-53) |