| Senin, 23 Agustus 2004 | EKONOMI |
BI Belum Perlu Tambah Uang BeredarSEMARANG-Bank Indonesia (BI) menyediakan uang dalam jumlah cukup menjelang pemilihan umum (pemilu) presiden putaran kedua 20 September nanti. ''Itu bukan peristiwa yang memerlukan persiapan khusus. BI belum perlu menambah uang kartal yang beredar,'' kata Pemimpin BI Semarang/Koordinator BI Jateng/DIY, Amril Arief SE Akt, di sela-sela semiloka Pengembangan Kurikulum Program Studi Keuangan dan Perbankan Jurusan Akutansi Politeknik Negeri Semarang (Polines) di Hotel Grasia, Sabtu lalu. Kegiatan itu juga menghadirkan Anwar Wijianto SH MSi (Wakil Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng), A Djoko Poernomo SH MM (Bank BPD Jateng), Djauhari AAAIJ (Asuransi Jiwa Bumiputra Semarang), Jon Sujani P (Bank BNI Syariah), dan Suryani Sri Lestari (Polines). Berbeda dari saat pemilu legislatif. Ketika itu BI menambah uang kartal beredar karena banyak masyarakat yang memerlukan alat pembayaran tersebut untuk penyelenggaraan kampanye, serta pengiriman alat pemilu dan kampanye ke daerah-daerah oleh partai politik dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam pemilu presiden, lanjut Amril, kegiatan kampanye tidak seramai pemilu legislatif. Menjelang pemilu presiden putaran kedua sampai presiden baru terpilih diharapkan tidak ada gejolak dalam masyarakat sehingga perbankan tak mengalami krisis kepercayaan dan terjadi rush atau penarikan dana masyarakat secara besar-besaran sebagaimana pada tahun 1990-an. ''Sampai sekarang kondisi perbankan di Indonesia tenang. Tidak ada lonjakan penarikan uang,'' jelasnya. Menurut dia, prospek perbankan sangat cerah karena perekonomian Indonesia tetap membutuhkan institusi keuangan tersebut sampai kapan pun. Namun untuk mewujudkan perbankan yang kuat BI menghadapi tantangan berat. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, kata dia, diperlukan pertumbuhan kredit perbankan cukup besar. (wid-53) |