logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 EKONOMI
Line

Terbuka, Peluang BPR Syariah

PURWOKERTO-Jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) konvensional di wilayah eks Karesidenan Banyumas yang sekarang 81 dinilai sudah cukup. Kalau ditambah lagi maka akan membuat kondisi menjadi crowded (sesak-Red).

''Peluang membuka BPR di Banyumas masih ada, tetapi untuk BPR syariah. BPR konvensional sudah terlalu banyak,'' kata Mochtari, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Purwokerto usai sosialisasi SUP 005 kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM) di kawasan Barlingmascakeb, baru-baru ini.

BPR syariah di eks Karesidenan Banyumas, lanjut dia, baru ada satu, yakni BPR Syariah milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Permohonan mendirikan BPR Syariah yang kini diproses oleh BI ada 3, yakni 2 di Purwokerto dan 1 di Cilacap.

Persyaratan mendirikan BPR syariah, kata dia, antara lain modal disetor minimal Rp 1 miliar. Jika semua persyaratan sudah dipenuhi maka BI tentu segera memberikan izin operasional kepada pemohon. (G23-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA