logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 23 Agustus 2004 BANYUMAS
Line

Kini Pramuka pun Berbisnis Kopi

MUNGKIN belum banyak yang tahu kini pramuka pun mulai berbisnis. Pramuka di Banyumas, misalnya, telah memproduksi kopi bermerek Cikal Mas. Itulah nama yang merupakan lambang gerakan pramuka.

Bisnis kopi bubuk itu sementara ini dikendalikan anggota Andalan Cabang Bidang Usaha dan Koperasi Akhmad Kuswanda (50). Mang Kus, begitu teman-temannya memanggil dia, sudah cukup lama berbisnis makanan dan minuman. Dia adalah pemilik usaha tempe keripik Eco-21 yang berbasis di Jalan Brigjen Supriyadi (Jalan Pereng), Purwokerto. Usaha keripiknya cukup dikenal luas di Banyumas dan Jakarta.

Berbekal pengalaman itulah kini Mang Kus mengeluarkan resep baru minuman kopi siap seduh dan kopi murni. ''Kopi produksi pramuka ini bukan kopi biasa, tetapi kopi jamu. Minuman ini bisa menghangtakan tubuh dari dalam,'' ujarnya.

Kopi Cikal Mas terdiri atas kopi, susu, jahe, kunir putih, lada hitam, kayu manis, biji suket teki, dan cengkih. Minuman berbahan rempah-rempah yang dicampur jadi satu itu menimbulkan efek panas dari dalam.

Dia juga mengeluarkan produk kopi murni. Mang Kus berharap Cikal Mas bisa menguasai 50% pangsa pasar kopi di Banyumas, terutama di pedesaan.

Ketua Harian Kwarcab Banyumas, Slamet Sudiro, menyatakan untuk merebut pasar kopi, Kwarcab Pramuka akan menggunakan jaringan kwarcab ranting dan seluruh pembina pramuka. Dia optimistis bisa merebut pangsa pasar dalam lima tahun ke depan. Asumsi dia, 17% dari 1.470.188 jiwa warga Banyumas adalah anggota pramuka. ''Nah, merekalah yang menjadi ujung tombak pemasaran kopi.''

Kembalikan Pamor

Pemasaran itu akan dilakukan secara berjenjang dari kwarcab, 27 kwaran, dan 2.940 gugus depan. Untuk sementara kopi itu akan dipasarkan di kalangan anggota dan warga di lingkungan tempat tinggal setiap anggota.

Pangsa pasar yang akan dibidik adalah kelompok umur 15-64 tahun. Potensi pasar kelompok lelaki 30% dan wanita 5%. Jika setiap orang mengonsumsi 10 gr kopi, kebutuhan kopi setahun 1,5 ton.

Cikal Mas ditargetkan mengembalikan pamor Java Coffe yang dahulu sangat terkenal. Potensi kopi Banyumas di kawasan Gunung Slamet sangat baik. Namun makin hari tanaman kopi kian habis dibabat dan digantikan tanaman albasia.

Mang Kus sebagai produsen yang bekerja sama dengan Kwarcab mematok harga bervariasi. Jadi setiap tingkatan pramuka mendapat keuntungan. Harga jual kopi jahe susu di tingkat Kwarcab Rp 625/bungkus, kwaran Rp 700/bungkus, gugus depan Rp 750, dan konsumen Rp 800.

Keuntungan dibagi secara hierarkis pula. Kwarcab mendapat komisi 20%, kwaran 30%, pengecer 40%, Kwarda 5%, dan Kwarnas 5%. Mang Kus berharap pramuka tak hanya dikenal karena kegiatan sosial, tetapi juga sebagai manusia yang mampu berbisnis dan menguntungkan semua pihak.

Kini Cikal Mas masih diproduksi secara manual oleh perusahaan Kopi Dieng Purwokerto dengan investasi Rp 8 juta. Mang Kus menanti uluran kerja sama dari investor. Sebab, dia membutuhkan dana Rp 150 juta untuk membeli mesin pengepakan. (Khoerudin Islam-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA