logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Agustus 2004 SALA
Line

Ojo Lali

Peresmian Kelas Akselerasi

SUKOHARJO- Kegiatan belajar mengajar kelas akselerasi SMA 1 Sukoharjo diresmikan Bupati Bambang Riyanto SH, kemarin. Kepala Sekolah, Drs Sumadi menyatakan, kelas tersebut untuk siswa berprestasi. Sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar, pihaknya mendapat bantuan dana dari APBD Pemkab dan APBD Provinsi Jateng. (G10-20i)

Pameran Pembangunan Berakhir

BOYOLALI - Pameran pembangunan guna memperingati HUT Ke-59 Kemerdekaan RI Kamis kemarin berakhir. Pameran pembangunan berlangsung di Gedung Sonosudoro dan bekas Gedung DPRD Jalan Merbabu, Boyolali. Sebanyak 92 dinas/instansi dan semua unit kerja ambil bagian dalam pameran pembangunan itu. Melalui kegiatan tersebut diharapkan produk unggulan di Boyolali dikenal masyarakat. (shj-80e)

Gebyar Dangdut HUT RI

BOYOLALI- Dewan Kesenian Daerah (DKD) Boyolali pada Kamis kemarin menggelar gebyar dangdut di Terminal Bus Boyolali. Ketua DKD Edy Sutedjo mengatakan, gebyar dangdut merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati HUT Ke-59 Kemerdekaan RI. Kegiatan itu baru kali pertama diselenggarakan DKD. Menurut rencana, tahun depan kegiatan serupa digelar di tempat yang sama. (shj-80e)

Sragen Nominator Ketahanan Pangan

SRAGEN- Kabupaten Sragen termasuk salah satu nominator wilayah ketahanan pangan nasional. Pada Rabu lalu delegasi Pemerintah Pusat datang ke Sragen untuk menilai dan mengadakan kunjungan lapangan.

Kabag Informasi Kehumasan Kabupaten Sragen Drs Totok Sutrisnanto mengatakan, rombongan itu diterima Bupati Sragen Untung Wiyono dan selanjutnya diantar ke lapangan menyaksikan langsung kondisi pertanian di Sragen.

Saat ini, produksi beras rata-rata dalam lima tahun terakhir mencapai 305.591 ton. Padahal, konsumsi masyarakat hanya 205.517 ton per tahun. ''Karena itu, terjadi surplus yang cukup signifikan, sehingga Sragen masuk wilayah ketahanan pangan nasional,'' ujarnya. (an-80e)

Pulihkan Ekonomi melalui Wukirwati

SRAGEN- Bupati Sragen Untung Wiyono mengajak masyarakat menyukseskan Gerakan Sewu Mikir Sukowati (Wukirwati) sebagai upaya memulihkan perekonomian masyarakat Sragen. Gerakan tersebut mengajak masyarakat membayar Rp 1.000 per tahun, selanjutnya dana yang terkumpul akan dipertanggungjawabkan secara transparan kepada seluruh warga.

Dari laporan kas Wukirwati, periode Juli 2004-Juli 2004 terdapat kas awal Rp 7.771.000, dan saldo akhir Rp 83.293.820. Selama setahun dana itu sudah dipergunakan untuk lembaga keuangan pasar Rp 40.000.000.

''Dana tersebut nanti akan diarahkan ke bantuan sosial untuk menyejahterakan masyarakat,'' ujar Bupati. (an-80e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA