| Jumat, 20 Agustus 2004 | SALA |
Peserta yang Nyleneh Menarik PerhatianSUKOHARJO- Karnaval memperingati HUT Ke-59 Kemerdekaan RI berlangsung meriah kemarin. Ribuan warga memenuhi sepanjang jalan Jenderal Sudirman menonton iring-iringan kendaraan hias. Masyarakat rela berdesakan agar dapat melihat pawai lebih jelas. Terlihat beberapa ibu menggendong anaknya dan sejumlah bapak membawa sang anak di pundaknya. Untuk menjaga agar penonton tidak meluber ke jalan, petugas keamanan yang terdiri atas polisi dan Satpol PP berkali-kali mengingatkan penonton supaya mundur. ''Awas Pak , tolong mundur sedikit, mobilnya mau lewat,'' kata petugas. Berkali-kali penonton berteriak setiap melihat ada rombongan peserta yang dianggap nyleneh. Hal itu tampak saat sejumlah peserta karnaval melintas dengan mencoreng-coreng seluruh tubuhnya. Begitu juga saat sebuah mobil peserta yang membawa para tokoh panakawan melintas perlahan. Mengetahui mendapat respons dari warga, si Petruk pun berulah dengan melemparkan sejumlah buah-buahan ke arah penonton. ''Asyik-asyik, Pak Petluk nyebal buah jeluk,'' teriak seorang bocah dengan cadel. Tak urung, sejumlah penonton pun tersenyum mendengar celoteh lucu si bocah. Petugas juga menutup jalan protokol mulai tempat start pawai di Pertigaan Tugu Jamu. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur lingkar atau jalur bus. Adapun arus lalu lintas dari selatan tetap diizinkan lewat di jalur tersebut. Namun, karena rombongan peserta karnaval sangat panjang, akhirnya kendaraan dari arah selatan pun terpaksa mengalah. Sebagian berhenti dan sebagian yang lain lewat jalur alternatif. Untuk memudahkan pengaturan keberangkatan peserta, start dibagi menjadi dua. Peserta kendaraan hias diberangkatkan dari Pertigaan Tugu Jamu, sedangkan peserta jalan kaki start dari halaman Sekretariat Daerah. Semua peserta berjalan menyusuri jalan protokol dan berakhir di Alun-alun Satya Negara. Kakan Humas Informasi dan Komunikasi (HIK) Sudjoko SSos mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Selain itu, juga memberi hiburan gratis bagi masyarakat. Dia menjelaskan, para peserta dibagi dua yaitu pejalan kaki dan kendaraan hias. Mereka berasal dari instansi pemerintah dan swasta serta sekolah.(G10-20e) |