logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Tiga Aktivis MMI Surabaya Hilang

SURABAYA - Tiga aktivis anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Kota Surabaya hilang. Hingga kemarin, ketiganya belum diketahui jejaknya. Karena itu, pimpinan MMI Kota Surabaya, Kamis (19/8) melaporkan dan mempertanyakan hilangnya ketiga anggotanya kepada Polda Jatim.

Sebanyak 20 aktivis MMI mendatangi Mapolda untuk mempertanyakan hilangnya rekan mereka, yang hingga kini belum diketahui jejaknya. Mereka bertanya kepada Polda barangkali ketiga rekannya ditahan. Ketiga aktivis MMI Surabaya yang hilang itu adalah Candar, Sonhaji, dan Ismail. Ketiganya hilang sejak beberapa hari lalu.

"Ketiga rekan kami hilang tanpa jejak sejak beberapa hari lalu. Sampai sekarang belum ditemukan, kendati anggota keluarganya telah mencari ke beberapa tempat. Nyatanya sampai sekarang belum membuahkan hasil," ujar Zulkarnaen Ketua MMI Kota Surabaya di Surabaya, Kamis (19/8).

Saat datang ke Mapolda Jatim, 20 aktivis MMI itu diterima Kabid Humas Kombes Endro Wardoyo. Dalam kesempatan yang sama, datang pula beberapa pimpinan PD Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya.

Pihaknya mencurigai kasus yang menimpa ketiga temannya tersebut, sama seperti yang diterima Syaifudin Umar alias Abu Fida, warga Sidotopo Lor Surabaya yang dituduh teroris. Abu Fida ditemukan dalam keadaan depresi berat di IRD Dr Soetomo Surabaya, setelah beberapa hari menghilang.

Belum diperoleh keterangan, bagaimana ketiga aktivis MMI itu menghilang. Namun, menurut Zulkarnean untuk kasus hilangnya Sonhaji, terjadi ketika yang bersangkutan sedang mengantar susu kedelai kepada pelanggannya. Kerja mengantar susu kedelai itu dilakukan Sonhaji pada pagi hari.

Biasanya pada siang hari yang bersangkutan sudah kembali ke rumah. Namun, hingga sore tak kunjung pulang. Hal itu mengakibatkan anggota keluarganya cemas. Ternyata pada malam hari, Sonhaji menelepon istrinya. Dia mengabarkan tak bisa pulang ke rumah. Alasannya, sedang berbisnis ke luar kota.

Apa yang dilakukan Sonhaji tersebut di luar kebiasaan. Dan ditunggu hari demi hari ternyata tak pulang ke rumah. Sehingga rekannya di MMI Kota Surabaya, kemarin mempertanyakan sekaligus melapor ke Polda Jatim.

"Saat menelepon ke rumah tampaknya Sonhaji bicaranya tergesa-gesa. Dia langsung menutup teleponnya saat si penerima telepon belum menjawab," jelas Zulkarnaen.

Anehnya, beberapa hari setelah menghilang, pada malam hari ada seseorang mengaku petugas mengantarkan sepeda motor milik Sonhaji ke rumahnya.

"Informasi ini dari istrinya. Karena itu, jika ketiga rekan kami itu sekarang ditahan di sini, kami minta keluarganya diberitahu," pintanya.

Hilangnya ketiga aktivis MMI tersebut menambah pelik persoalan hilangnya aktivis Islam di Kota Surabaya.

Sebelumnya, seorang guru mengaji Syaifuddin Umar alias Abu Fida (38), hilang selama sepekan. Abu Fida ditemukan di IRD RSUP Dr Soetomo Surabaya dalam kondisi stres berat dan sekujur tubuhnya penuh luka akibat benda tumpul, benda tajam, dan sudutan rokok. Kini, Abu Fida menjalani perawatan intensif di RSJ Menur Surabaya.

Belum diketahui pasti, siapa yang melakukan penganiayaan terhadap Abu Fida, sehingga menyebabkan depresi. Bahkan, badannya penuh luka bekas siksaan. Tapi, dua hari sebelum ditemukan, keluarga

Abu Fida menerima surat perintah penangkapan dari Mabes Polri atas nama Syaifuddin. Tuduhannya, terlibat tindak terorisme. Bahkan dalam surat tersebut, Syaifuddin sudah ditetapkan sebagai tersangka. (G14-69b)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA