logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Kandidat Ketua KNPI Sepakat

Tidak Akan Main Politik Uang

SEMARANG-Sebuah kesepakatan dibuat oleh sejumlah kandidat ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng periode 2004-2007, Rabu (18/8) malam. Mereka sepakat tiga hal, yakni akan menjaga suasana kondusif di Jateng, siap menang dan kalah, serta tidak akan melakukan politik uang dalam pemilihan ketua.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di akhir acara silaturahmi dengan kandidat ketua KNPI Jateng yang akan berlaga dalam musyawarah provinsi (musprov) mulai hari ini (20/8) di Badan Diklat Srondol. Silaturahmi di Restoran Ondrowino Hotel Santika itu digelar DPD AMPI Jateng.

Para kandidat yang hadir-meski tak bersamaan-akhirnya membubuhkan tanda tangan pada piagam kesepakatan bersama yang berisikan tiga hal tersebut. Mereka adalah Nurul Akhmad, Untung Budiarso, Khafid Siraotudin, Hendrar Prihadi, Arif Rahman Hakim, Nur Syamsi, Slamet, dan Aji W Wibowo. Ketua DPD AMPI Jateng H Bambang Raya Saputra ikut menandatangani sebagai pihak yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, semua kandidat didaulat untuk duduk di depan dan menyampaikan visi, misi, serta program kerja ke depan jika terpilih menjadi ketua KNPI Jateng. Hendrar Prihadi atau biasa disapa Hendi mendapat kesempatan pertama untuk berbicara.

Ketua GM FKPPI Kota Semarang tersebut mengungkapkan tiga hal penting demi kemajuan KNPI ke depan. "Yaitu komunikasi, transparansi, dan soliditas. Komunikasi dilakukan secara vertikal, yaitu dengan pejabat, dan horizontal atau sesama anggota dan masyarakat. Transparansi dengan membuka rekening atas nama KNPI, sehingga pemasukan dan pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan secara jelas di depan anggota lainnya," kata dia.

Adapun Khafid Sirotudin yang mengaku telah mendapat enam rekomendasi, antara lain dari KNPI Kendal dan OKP di bawah Muhamamadiyah, memandang perlunya prasangka baik (memajukan pemuda melalui KNPI), empati (merasakan apa yang dialami teman lain), common action atau aksi bersama.

Untung Budiarso yang akan maju dari AMII Jateng, memandang arti penting keselarasan program kerja dengan kebijakan pemerintah provinsi. Dalam hal itu, KNPI bertindak sebagai pelaksana pemberdayaan generasi muda.

Nurul Akhmad yang mendapat giliran berikutnya memandang perlunya kebersamaan dan kesetaraan pemuda di KNPI dan di luar organisasi tersebut. Tiga peran KNPI adalah sebagai agen perubahan (sumbangan pemikiran tentang masalah regional dan nasional), agen stabilitas (ketertiban dan keamanan nasional dengan KNPI memberikan solusi bagi pemerintah dan masyarakat), dan demokratis.

Arif Rahman Hakim menilai, KNPI sebagai ujung tombak dalam membangun bangsa. Dia berjanji akan memajukan KNPI setingkat dengan daerah lain di Jawa, yaitu Jabar dan Jatim.

Slamet, yang juga Sekretaris KNPI Jateng, lebih menyoroti sistem pendidikan, kemiskinan, pengiriman tenaga kerja Indonesia, dan pelecehan wanita. Dia berharap ada peningkatan kualitas aktivitas KNPI, dan melaksanakan program secara meluas.

Kandidat yang datang agak terlambat, Nur Syamsi, menyatakan keinginannya untuk maju dalam pencalonan, karena selama ini Musprov lebih banyak didominasi OPK tingkat Jateng.

Aji W Wibowo, kandidat yang paling terakhir datang, memandang arti penting pemberdayaan lembaga KNPI dan orang-orang di dalamnya. Dia menilai, kepengurusan yang sudah-sudah, terutama periode 2001-2004, terlalu banyak orangnya, namun hanya sebagian kecil yang bisa diajak kerja. (G7,hrn-69t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA