logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Agustus 2004 NASIONAL
Line

Sony Siap Fisik dan Mental

ATHENA - Unggulan kedelapan Sony Dwi Kuncoro yang akan berhadapan dengan unggulan ketujuh Shon Seung-mo dari Korea Selatan pada pertandingan semifinal bulutangkis tunggal putra Jumat ini, mengatakan akan berusaha tampil maksimal demi membela nama bangsa dan negara Indonesia.

"Saya akan berusaha keras menundukkan Shon Seung-mo demi bangsa dan negara. Fisik dan mental saya dalam kondisi prima dan saya tidak ada merasakan beban mental," tutur Sony ketika ditemui wartawan Suara Merdeka Ananto Pradono saat menyaksikan pertandingan ganda putra Eng Hian/Flandy Limpele di Gymnse Olympique de Goudi, Kamis siang.

Dalam perjalanan ke semifinal, Sony yang lahir di Surabaya 7 Juli 1984, di putaran 32 besar mengalahkan Roslin M Hashim dari Malaysia 15-6, 9-15, 15-8 dan pada putaran 16 besar unggul atas Jim Ronny Andersen dari Norwegia.

Pada pertandingan perempatfinal yang berlangsung amat dramatis, pemuda jangkung 176 cm dengan bobot 65 kg itu menyudahi harapan pemain dari Korea Selatan, Park Tae-sang 15-13, 15-4.

Rekannya sesama pemain tunggal putra, Taufik Hidayat, pada pertandingan Jumat juga tampil di semifinal melawan Boonsak Ponsana dari Thailand, setelah sebelumnya unggul atas saingan beratnya dari Denmark, Peter Gade, dalam permainan yang berkesudahan 15-12, 15-12.

Sony mengatakan, ia sudah beberapa kali bertemu dengan Shon tapi ia lupa entah sudah berapa kali.

"Yang jelas sudah pernah bertemu beberapa kali. Saya pernah menang dan kalah. Kalau tak salah saya sudah pernah menang dua kali termasuk sekali di Taipei Terbuka tahun lalu," kata Sony, peraih medali emas di nomor tunggal dan ganda pada SEA Games 2003.

Main Tenang

Maestro bulutangkis Rudy Hartono yang bertindak selaku proyek ofiser tim bulutangkis Indonesia ke Olimpiade, mengatakan kalau Sony mampu menerapkan strategi seperti yang dimainkan Taufik saat melawan Peter Gade, maka besar kemungkinan ia akan maju ke final.

"Harapan kita ia akan bermain tenang dan tidak terpancing permainan lawan. Kalau ia bermain seperti itu dan Taufik juga mampu menyudahi Ponsana, maka akan terjadi all Indonesia final dan kita semua tentu mengharapkan hal itu terjadi," kata Rudy Hartono.

Taufik sendiri ketika ditanya kesannya menjelang pertandingan Jumat mengatakan, "Saya akan berjuang keras untuk tidak mengecewakan rakyat Indonesia. Tolong doakan saya agar dapat maju ke final dan memenangi pertandingan," kata Taufik. (ant-57)

1. China 12 8 5
2. AS 10 10 9
3. Jepang 8 3 2
4. Australia 6 4 6
5. Ukraina 5 1 1
6. Jerman 4 2 5
7. Rusia 3 7 7
8. Italia 3 4 2
9. Prancis 3 3 4
10. Korea 2 5 3
11. Belanda 2 4 4
12. Hongaria 2 2 1
13. Yunani 2 0 1
13. Rumania 2 0 1
13. Turki 2 0 1
16. Polandia 1 2 1
16. Slovakia 1 2 1
18. Georgia 1 1 0
18. Afsel 1 1 0
20. Bulgaria 1 0 2
20. Thailand 1 0 2
22. Swiss 1 0 1
23. U Emirat Arab 1 0 0
24. Inggris 0 2 4
25. Korea Utara 0 2 1
26. Austria 0 2 0
27. Kuba 0 1 4
28. Belarus 0 1 1
28. Ceko 0 1 1
28. Zimbabwe 0 1 1
31. India 0 1 0
31. Indonesia 0 1 0
31. Portugal 0 1 0
31. Serbia 0 1 0
31. Spanyol 0 1 0
36. Azerbaijan 0 0 2
36. Belgium 0 0 2
36. Brasil 0 0 2
39. Argentina 0 0 1
39. Kanada 0 0 1
39. Kolombia 0 0 1
39. Kroasia 0 0 1
39. Denmark 0 0 1
39. Mongilia 0 0 1
39. Slovenia 0 0 1
Perolehan medali hingga pukul 23.00. (A4-57)

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA