| Jumat, 20 Agustus 2004 | MURIA |
Cekcok di Rumah Janda Nurkholis Luka DitikamJEPARA- Adu mulut di rumah janda, minta korban. Nurkholis alias Bajil (27) kena tikam pecahan botol. Warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit itu mengalami luka leher dan mulut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penganiayaan itu terjadi Selasa petang di rumah Suminah (32), warga Desa Mindahan, Batealit. Bajil pada Selasa siang menonton acara hiburan memperingati HUT Ke-59 RI di Balai Desa Ngasem. Tontonan juga disaksikan warga luar desa termasuk di antaranya Gisan (27), warga Pendosawalan (Kecamatan Kalinyamatan), Sugiyono (28) warga Desa Gemulung, Pecangaan, dan Amir (25) warga Lebuawu, Pecangaan. Tiga pemuda itu datang naik motor berboncengan tiga. Dari arena hiburan, Gisan dan kawannya pergi, kemudian Bajil menyusul. Yang dituju adalah rumah Suminah. Dia kaget karena di rumah perempuan yang sudah dia kenal dekat itu sudah ada Gisan dan teman-temannya yang sedang menikmati minuman keras. Kedua kubu terlibat perang mulut. Penyebabnya mungkin cemburu dan sekaligus dendam lama. Sebab, Gisan pernah dikeroyok oleh kelompok Bajil di Desa Ngasem. Pengeroyokan itu karena Gisan melakukan pemerasan terhadap perusahan mebel. Gisan yang sudah dipengaruhi alhokol mengambil botol, dipecah dan ditusukkan ke muka Bajil. Tikaman melukai leher sedalam dua sentimeter dan menembus bibir. Karena terdesak, Bajil kabur dan minta perlindungan ke Mapolsek Batealit. Melihat sang lawan lari ke kantor polisi, Gisan tidak berani mengejar dan memilih kabur. ''Bajil naik motor sejauh satu kilometer dari rumah Suminah ke Mapolsek dan melaporkan penyaniayaan yang dia alami,'' kata Kapolsek Batealit AKP Hari Jatmiko. Malam setelah kejadian, Kapolsek Batealit bersama Kanit Penyidikan Satreskrim Polres Ipda Ngadiyo memimpin pemburuan tersangka. Sugiyono dan Amir ditangkap sedangkan Gisan kabur. (kar-90j) |