logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 20 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Akibat Dendam Suporter Voli

PENGEROYOKAN terhadap Ngatman alias Mandolo (29), warga Dusun Junggul Desa Bandungan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang diduga sebagai balas dendam sejumlah warga Dusun Krajan Kidul terhadap warga Dusun Gading.

Balas dendam itu berawal ketika berlangsung pertandingan bola voli antardusun Minggu (15/8).

Diperkirakan pendukung tim bola voli Dusun Krajan Kidul yang terdiri atas Sukimin (29), Solikin (26), John (26), Budi Santoso (20), Darwono (23), Anas (20), Maskur (26), Wawan (26), dan Widodo (27) tidak puas atas penghitungan skor. Sebab, tim voli Gading lebih unggul.

Pertandingan pun berujung perselisihan. Ngatman yang merupakan suporter Gading ikut melerai. Namun dia justru mendapat pukulan dari seorang pendukung Krajan Kidul. Perselisihan akhirnya didamaikan Sekdes Sumberejo Heri Mulyono.

Beberapa pemuda Dusun Krajan Kidul itu rupa-rupanya masih memendam dendam. Pentas wayang di Dusun Bubutan pun mereka jadikan sebagai ajang balas dendam.

Adik korban, Rakimin Rahayu (25) mengungkapkan, kakaknya yang telah menjadi warga Junggul, Bandungan, Ambarawa, Kabupaten Semarang itu baru beberapa hari datang ke desa kelahirannya di Dusun Gading, Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, sekitar 25 km sebelah timur Kota Salatiga. "Dia baru datang di Dusun Gading pada hari Sabtu (14/8), saat pitulasan."

Rakimin yang juga berada di tempat kejadian malam itu tidak tahu persis kejadian tersebut. Tiba-tiba saja saat dia dan kakaknya melihat pertunjukan wayang, tiba-tiba Ngatman sudah dikeroyok sembilan pemuda. Salah seorang pengeroyok, yang diduga kuat bernama Widodo, menghunuskan belati dan menusukkannya ke tubuh korban.

"Mas Ngatman yang sudah jatuh karena tertusuk masih diinjak-injak para pemuda itu. Saya sudah langsung mendorong dan menghentikan aksi mereka."

Para penganiaya diperkirakan menenggak minuman keras sebelum beraksi.

Mengetahui Ngatman berlumuran darah, para pelaku langsung kabur. Korban yang diperkirakan sudah tewas langsung ditolong Rakimin dan beberapa penonton lain untuk dibawa ke RSUD Kota Salatiga.

Istri almarhum, Sutini, yang sebelumnya berada di Junggul, Bandungan, Ambarawa, datang ke Gading sebelum suaminya dimakamkan. (Surya Yuli P-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA